INILAH.COM, Jakarta - Motif dan kain batik khususnya yang berasal dari Jawa sangat akrab dibenak Ibu Negara Ani Yudhoyono, termasuk aroma khas batik setelah diratus dan kemudian diwiron oleh pemiliknya.
"Ibu adalah sosok yang penting dalam menyampaikan betapa berharga makna setiap kain batik, setidaknya itu yang saya dapatkan dari ibu saya. Ibunda saya juga sering pakai aksesoris batik, seperti taplak meja, serbet, bed cover dan gadisnya diberikan daster batik. Semua serba batik," kata Ani Yudhoyono saat membuka pameran koleksi batik Ann Dunham di Jakarta, Selasa.
Ketika membuka pameran batik koleksi ibu dari Presiden AS Barrack Obama itu hingga 22 November, serta merta benak Ani Yudhoyono melayang pada kenangan pengenalan batik yang dilakukan oleh ibunya. Kenangan itu kemudian disampaikan pada para undangan yang hadir pagi hari itu.
"Saya akan cerita kain batik yang dipamerkan dan milik ibu saya. Aroma batik yang khas membuat ingat ketika ibu masih meratus kain dan liron dengan lipatan 7,9, atau 11," katanya.
Ia menambahkan, "Saya masih ingat ketika beliau meratus dan menyimpan kain di lemari diberi klips dan digulung serta dilipat empat".
Meratus adalah salah satu cara merawat kain batik dengan mengasapi kain batik dengan bahan tradisional tertentu. Sedangkan liron adalah seni melipat kecil pinggiran kain batik sehingga rapi dan memberikan aksen tertentu saat kain itu digunakan.
Ani juga mengenang bagaimana ia dibebaskan memilih kain batik koleksi ibunya untuk digunakan saat menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kami dibebaskan ibunda untuk membongkar dan memilih batik yang akan digunakan untuk akad nikah. Saya pilih motif Kawung Dwi Warna, saya tidak tahu mengapa mengambil itu. Katanya orang kemudian, secara perlambang motif itu memberikan kewibawaan pada pemakainya," tuturnya sambil mengenang peristiwa itu.
Ibu Negara kemudian mengungkapkan harapannya bahwa batik dapat terus dilestarikan salah satunya melalui hubungan kedekatan antara ibu dan anak yang menurunkan tata cara merawat serta mengenali motif kain batik. [*/mor]