INILAH.COM, Jakarta - Bagi Ibu Negara Ani Yudhoyono bangsa, batik tak hanya warisan budaya, namun juga menyimpan kisah kasihnya bersama sang suami.
Dituturkan oleh Ani, pada 1976, ia bersama sang kakak dan adik akan dinikahkan sekaligus dengan tiga orang yang sama-sama berasal dari militer. "Bayangkan saja betapa hebohnya ketika itu," kenang Ani saat membuka pameran The Batik Essay di Jakarta, Selasa (17/11).
Pernikahan mereka memang sengaja bersamaan agar sang ayah, yang menjabat sebagai dubes RI untuk Korsel tidak perlu berulangkali pulang pergi. Saat itulah sang ibu membuka lemarinya dan mengizinkan ketiga putrinya memilih batik yang ingin mereka kenakan.
"Entah kenapa, saya tiba-tiba mengambil motif Kawung Dwi Warna. Saya bahkan tidak tahu artinya. Belakangan, ternyata motif itu berarti memberikan wibawa pada pemakainya. Alhamdulillah," lanjut Ani yang disambut gelak tawa hadirin.
Ani membuka pameran batik 'The Batik Essay, A Collection of Love Stories' yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta, hingga 22 November mendatang.
Dalam ajang ini, dipamerkan 27 batik koleksi pribadi milik Ani yang beberapa merupakan milik ibunya dan berusia lebih dari 80 tahun. Selain itu, juga 22 dari koleksi ibunda Presiden AS Barack Obama, mendiang Ann Dunham. Serta beberapa koleksi lain seperti milik Danar Hadi dan Yayasan Batik Indonesia. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !