INILAH.COM, Jakarta - Hari ini, Ibu negara Hj. Ani Bambang Yudoyono membuka pameran koleksi batik Ann Dunham, bertajuk The Batik Essay, a Collection of Love Stories di Alun-alun Grand Indonesia Jakarta.
Pameran batik yang merupakan koleksi dari ibu kandung Barack Obama ini memang banyak diminati dan dicari kolektor batik. Tidak mengherankan memang karena koleksi kain Ann Dunham ternyata sangat spesial dan memiliki arti khusus.
Kenapa dianggap istimewa?
Ann Dunham rajin mendapatkan batik langsung dari pengrajinnya. Ya, Ann Dunham dikenal sebagai pecinta kerajinan tangan, termasuk tekstil. Sejak usia remaja, Ann Dunham sangat mencintai warna-warna natural, coklat dan hijau. Setelah menikah dengan Lolo Soetoro dan tinggal di Indonesia pada 1960-an dengan anaknya Barack Obama, Ann Dunham belajar cara melukis dan membatik di rumahnya.
Inilah awal seorang Ann Dunham mengembangkan koleksi batik Jawa yang ia miliki. Dengan gambaran dan sketsa yang dibuatnya, Ann Dunham mencoba membatik dengan lilin di rumahnya. Paham mengenai cara membatik, itu menjadikan Ann Dunham makin respek dan memiliki perhatian khusus terhadap batik.
Kecintaan Ann Dunham terhadap batik sangat luar biasa dan kompleks. Untuk mewujudkan kecintaannya, Ann membuat desain dan rancangan batiknya dari bahan yang murah dijangkau. Ann melakukan ini karena sangat menghormati filosofi dari membatik, yang menggabungkan unsur klasik desain dengan kemajuan perkembangan busana. Kesederhanaan batik mendorongnya lebih membumi dan berekpresi layaknya perempuan Jawa.
Ketika selesai menyelesaikan kesarjanaannya di bidang Antropology pada University of Hawaii pada 1970, Ann memfokuskan diri kepada pengrajin batik untuk lebih mengembangkan desain batik.
Saat kedatangannya kedua pada 1977, Ann Dunham lebih banyak bergaul dengan masyarakat Jogyakarta dan Jawa Tengah.
"Ketika kami tinggal di Taman Sari, dekat pasar burung, saya dapat mencium lilin batik dari belakang rumah. Ibu sangat menyukai pasar, dia senang mengumpulkan benda-benda seni Jawa. Dia berhubungan dengan para pembatik dan penjual batik di pasar," ungkap Maya Oetoro, adik tiri Barack Obama ketika bercerita tentang kecintaan Ann Dunham terhadap Batik.
Bicara batik Ann Dunham menyukai koleksi kain sarung, selendang dan kain gendong buatan Yogyakarta, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, dan Madura dengan berbagai motif parang, kawung, dsb.
Boleh dibilang kain-kain batik yang ia miliki merupakan batik tulis, beberapa merupakan batik cap. Semua berasal dari Solo dan Jogyakarta.
Boleh dibilang, sewaktu meninggalkan Indonesia pada 1980-an Ann Dunham membawa sekitar 100 helai kain batik, dengan harapan suatu ketika kain-kain itu bisa dibuat baju untuk dipakai di negerinya. Dari keseluruhan batik yang ia miliki, hebatnya, Ann Dunham ingat satu per satu cerita kain yang ia koleksi. Dan ia bertekad akan menjadikan kain-kain itu menjadi busana yang sangat anggun dan elegan.
"Namun, rupanya ibu tak sempat membuat baju, dan kain-kain itu terus tersimpan dalam kopor sampai dia meninggal," kata Maya Oetoro.
Kain-kain itu barangkali tetap akan tersimpan di dalam koper dan tidak pernah dipamerkan andai saja anak pemiliknya, Barack Obama, tidak menjadi Presiden AS. Usia kain-kain batik itu setidaknya sudah 30 tahunan lebih sejak kain-kain itu dibeli dan dibawa pulang pemiliknya. [mor]