inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bursa Asia Anjlok Dipicu Turunnya Harga Komoditas

Headline
istimewa
Oleh:
Selasa, 17 November 2009 | 18:00 WIB
INILAH.COM, Bangkok - Saham-saham di Bursa Asia umumnya melemah pada perdagangan Selasa (17/11) akibat investor mengunci beberapa keuntungan dan anjloknya harga komoditas.

Saham-saham Eropa juga anjlok. Kejatuhan saham di Asia ini bermula dari Tokyo berlanjut ke London setelah harga minyak tergelincir semalam dan dolar melemah terhadap yen. Harga emas juga turun dari level tertingginya dalam beberapa hari terakhir.

Pertemuan Presiden AS Barack Obama hari ini dengan Chinese President Hu Jintao diakhiri dengan kesepakatan, namun sepertinya tidak terpengaruh terhadap pasar.

Wall Street kemarin melesat akibat data penjualan ritel yang melebihi prediksi di Oktober 2009, meningkatkan kepercayaan pasar terhadap pemulihan ekonomi.

Namun antusiasme tersebut tidak berdampak ke Asia meskipun permintaan lebih baik untuk penjualan ritel.

Beberapa bursa Asia telah naik 70% lebih sepanjang tahun ini.

Di perdagangan Eropa, Britain's FTSE 100 turun 0,6%, Germany's DAX turun 0,3% dan France's CAC-40 melemah 0,4%.

Di Asia, Indeks Nikkei 225 Jepang rata-rata anjlok 61,25 poin (-0,6%) ke level 9.729,93, di mana ekportir terpukul dengan penguatan yen. Hang Seng Hong Kong melemah 29,83 (-0,1%) ke level 22.914,15 setelah sempat naik di atas 23.000 dan Indeks Kospi Korea Selatan terjun 0,4% ke level 1.585,98.

Begitu juga, dengan saham-saham acuan Australia turun 0,5% dan Singapura jatuh 0,6%. Indeks Shanghai China naik akibat optimisme pemulihan ekonomi, naik 0,2% ke 14 pekan tertingginya di 3.282,89.

"Para investor yakin, mereka akan melihat pendapatan perusahaan yang lebih baik ke depan dengan membaiknya ekonomi negara ini," ujar Lin Feng, sebuah Fund Manager Sinolink Securities di Kota Western China, Chengdu.

Di AS, Dow naik 136,49 (1,3%) ke level 10.406,96 setelah sempat naik mendekati 164 poin. Indeks S&P 500 naik 15,82 (1,5%) ke 1.109,30.

Harga minyak Asia juga berada di bawah US$79 per barel akibat para investor melihat pertumbuhan permintaan minyak mentah tahun depan untuk mengimbangi ekonomi AS yang melempam saat ini. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.