INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (Indosat) mengakui telah memberhentikan sekitar 2.000 orang karyawan outsourcing yang kontraknya dieveluasi setiap 2 tahun.
Mereka bukan karyawan Indosat. Kami hanya berurusan dengan perusahaan outsourcing-nya, kata CEO Indosat Harry Sasongko, usai Peresmian SKKL Jakabare dan Satelit Palapa-D, di Gedung Indosat Selasa (17/11).
Pada kesempatan yang sama, Adita Irawati, VP Public Relations Indosat mengatakan, masalah outsourcing sudah ada dalam kontrak karyawan outsourcing. Di UU Ketenagakerjaan sudah jelas disebut, kontrak maksimal dua tahun. Lalu setelah itu direview dan keputusannya ada di perusahaan dengan pertimbangan-pertimbangan, ucapnya.
Adita menjelaskan, jumlah karyawan outsourcing di Indosat mencapai sekitar 2.000 orang. Para karyawan outsource ditempatkan di berbagai bidang, meliputi legal, marketing communication, teknikal, pelayanan konsumen, dan beberapa lainnya.
Namun demikian, rumor yang beredar tentang adanya demonstrasi oleh para karyawan outsource di dalam Indosat dibantah oleh Adita. Tidak ada demonstrasi, kemarin memang sempat diadakan temu karyawan menjelang ulang tahun perusahaan. Di situ semua karyawan hadir, bukan demo, ucapnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !