INILAH.COM, Jakarta Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (18/11) diprediksikan menguat seiring banyaknya sentimen positif. Akumulasi beli dengan target Rp3.500 di akhir tahun! Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan potensi penguatan
BUMI seiring banyaknya sentimen positif yang menguntungkan. Salah satunya, kembali derasnya arus
capital inflow di pasar seiring positifnya bursa global dan regional. Karena itu, penguatan indeks saat ini sudah memiliki fundamentalnya.
Hal itu dipicu oleh positifnya data-data yang dirilis di AS dan beberapa emiten yang diprediksikan mencatatkan laba rugi tapi ternyata berhasil meraih keuntungan.
BUMI akan menguat ke level Rp2.750 dan Rp2.450 sebagai
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (17/11) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,96%) menjadi Rp2.575 dibandingkan sebelumnya Rp2.600. Harga tertingginya Rp2.675 dan terendahnya Rp2.525. Sedangkan volume transaksi mencapai 350,3 juta unit saham senilai Rp910,9 miliar dan frekuensi 8.972 kali.
Selain itu, penguatan BUMI juga masih ditopang kepastian divestasi 17% saham PT Newmont Nusa Tenggara oleh anak usahanya, PT Multicapital. Lalu, harga komoditas minyak mentah dunia yang mulai beranjak naik ke level US$78 per barel

turut mendongkrak harga saham sejuta umat ini.
Kemudian, PT Bakrie Telecom (
BTEL) yang diisukan akan mengakuisi Fleksi akan berimbas positif bagi saham batubara
thermal ini. Kemudian Shim Kong Wedbus, perusahaan investasi asal Taiwan dikabarkan membentuk aliansi strategis dengan BUMI. Ini juga akan turut mengerek naik BUMI, timpalnya.
Shin Kong berniat membiayai ekspansi BUMI di sektor pertambangan. Shin Kong akan memfasilitasi dan membantu kebutuhan pembiayaannya. Pasar akan melihat bentuk kerjasamanya seperti apa dan apakah akan mampu meningkatkan
earning BUMI.
Ukie menilai aksi korporasi ini akan berpengaruh positif karena akan memperkuat jaringan penjualan BUMI di wilayah Asia Timur. Namun semua itu tergantung pada sejauhmana kepercayaan investor terhadap saham ini. Satu hal yang pasti, mereka melihat fundamental BUMI bagus, tukasnya.
Untuk itu, investor jangan terlalu panik membeli saham BUMI. Pasalnya, dari sentimen market sendiri sangat positif baik global maupun regional. Secara fundamental, bursa secara keseluruhan ditopang positifnya perekonomian AS. Saat ini indeks Indonesia sudah berada di jalur yang benar, tuturnya.
Ukie meyakini pergerakan indeks sudah memasuki periode pertumbuhan kembali. Artinya, penguatan indeks saat ini sudah memiliki topangan dari fundamentalnya. Pasalnya, sektor riil sudah mulai berjalan. Artinya, pasar saat ini sudah mulai optimis, tandasnya.
Terkait pelemahan BUMI kemarin, Ukie mengatakan merupakan koreksi teknikal karena pasar melakukan
sell on news atas realisasi pembelian PT Newmont oleh anak usaha BUMI dan mundurnya PT Aneka Tambang (
ANTM) dari konsorsium.
Untuk itu, Ukie merekomendasikan akumulasi
buy untuk BUMI. Hingga Desember BUMI diprediksikan bisa mencapai level harga Rp3.200. Bahkan hingga level Rp3.500 pun bisa terpecahkan di akhir 2009 ini, pungkasnya.