INILAH.COM, Jakarta- PT Nissan Motor Indonesia (NMI) optimis dengan hadirnya X-Trail Autech yang mampu mendongkrak penjualan X-Trail per bulannya hingga 30%.
Saat ini kami menjual sekitar 400 hingga 500 unit X-Trail perbulannya. Jadi kami harap dengan hadirnya X-Trail Autech mampu meningkat 30% menjadi sekitar 750-an unit per bulannya, ujar Direktur Pemasaran PT NMI Teddy Irawan, di sela peluncuran X-Trail Autech, Selasa (17/11), di Jakarta.
X-Trail Autech merupakan kolaborasi antara Nissan dengan Autech Japan Inc. Autech adalah perusahaan yang didirikan Nissan Motor Company Limited Jepang tahun 1986 dengan bisnis utamanya adalah converted vehicles. Converted Vehicles adalah kemdaraan yang dirancang khusus untuk tujuan tertentu dan kebutuhan tertentu. Singkat kata, Autech hampir mirip dengan divisi aksesoris asli, seperti Toyota Racing Development (TRD) yang dimiliki Toyota dan Mugen yang dimiliki Honda.
Perubahan mencolok yang terjadi pada bagian eskterior X-Trail Autech adalah desain front grill yang meniadakan logo Nissan dan desain front bumper yang baru. Selain itu, back door funisher, cover fender, lower rr bumper, mud guard, dan side silt kini sesuai dengan warna body.
Untuk sisi interior, semua jok X-trail Autech dibalut dengan bahan dari kulit.
X-Trail yang menggunakan aplikasi Autech adalah tipe 2.0L MT, 2.0L CVT, dan 2.5 St.
X-Trail Autech 2.0L MT dibandrol Rp 298,6 juta (on the road Jakarta), X-Trail Autech 2.0L CVT dilepas Rp 312,4 juta, dan X-Trail Autech 2.5L St dibandrol Rp 327,2 juta.
X-Trail Autech memiliki lima pilihan warna, diamond silver, grey metallic, black solid, burning red, dan pacific blue.
Pemilik X-Trail lama pun bisa mendandani mobilnya dengan Autech. Namun untuk harga aksesorisnya dan biaya pemasangan bisa mencapai hampir Rp 30 juta. [Tom]