INILAH.COM, Jakarta- Ramalan kiamat 2012 berasal dari tulisan di monumen suku Maya. Lalu apakah yang sebenarnya tersirat dalam monumen yang dibuat oleh suku yang telah ada sejak 900 SM itu?.
Monumen yang diberi nama Tortuguero enam itu mengatakan dunia akan mencapai titik akhirnya pada 21 Desember 2012.
Menurut dokumen yang tersimpan, pukul 11:11 hari itu akan menjadi penutup dari siklus kalender Maya yang berusia 5.125 tahun. Penutupan tersebut dipercaya akan menjadi akhir dari dunia, dan mulainya sebuah siklus yang baru.
Namun seorang arkeolog asal Kanada, yang juga seorang dosen , Kathryn Reese-Taylor, mengatakan hal tersebut bukan ramalan akhir dunia.
Ia mengatakan bahwa penerjemahan secara tersirat mengatakan suatu peristiwa akan terjadi pada 21 Desember 2012, dan kejaian yang sama akan berulang seperti di masa lalu.
Kita tidak mengetahui apa yang terjadi di masa lalu atau peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada poin-poin tulisan dalam monumen yang secara spesifik meramalkan akhir dari dunia.
Hal tersebut diasumsikan oleh orang yang mempelajari literatur suku maya yang penanggalannya merujuk pada waktu ketika dewa akan turun ke bumi, Arkeolog tersebut mengatakan.
Namun pemeriksaan ulang terhadap teks tersebut mengatakan hal tersebut mungkin tidak akan terjadi.
Reese-Taylor membuat sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa dokumen suku Maya tidak pernah bermaksud sebagai akhir dunia. Namun orang-orang Amerika Utara yang telah membuat interpretasi seperti ini, ujarnya.
Ide mengenai ramalan suku Maya meguak di tahun 1970 saat para jurnalis dan penulis Amerika utara mulai menafsirkan ide yang berakar dari suku Maya, Aztec dan kebudayaan Hopi sebelum akhirnya memulai apa yang disebut dengan ramalan suku Maya, Reese-Taylor mengatakan.
Ia mengatakan bahwa di tahun 1970, masyarakat Amerika utara memulai pergeseran tren dari agama yang terorganisir, ke arah kepercayaan dan agama adat.[ito]