inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Obesitas Sebabkan Jantung Membesar

Headline
istimewa
Oleh: Liana Garcia
Rabu, 18 November 2009 | 09:45 WIB
INILAH.COM, Los Angeles - Waspada, dengan obesitas yang Anda miliki. Obesitas memiliki risiko utama pembesaran atrium jantung kiri. Pembesaran jantung ini nantinya akan meningkatkan detak jantung tidak normal, stroke, dan kematian.

Berdasarkan studi penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of The American College of Cardiology diketahui obesitas merupakan faktor risiko utama pembesaran atrium jantung kiri. Pembesaran jantung ini nantinya akan meningkatkan risiko fibrilasi (ritme atau detak jantung yang tidak normal), stroke, dan kematian.

Para peneliti mengikuti perkembangan para penderita selama 10 tahun pada 1.212 laki-laki dan perempuan berusia 25-74 di Jerman. Setelah 10 tahun peneliti menemukan, angka kejadian pembesaran atrium kiri (left atrial enlargement/LAE) tinggi pada kelompok partisipan yang obesitas (31.6%) dibandingkan dengan angka kejadian dasar di antara semua partisipan (10%).

Penulis penelitian menyimpulkan bahwa obesitas dan tekanan darah tinggi menyebabkan perubahan struktur dan fungsi jantung. Selain itu, kedua faktor ini dinyatakan sebagai penanda pembesaran atrium kiri yang independen.
Penemuan ini sekaligus menegaskan adanya hubungan yang kuat antara obesitas dan LAE, seperti yang telah dilaporkan dalam sejumlahh studi sebelumnya. Beberapa studi sebelumnya telah menemukan bahwa kelebihan berat badan bisa mempengaruhi ukuran atrium kiri di usia muda, dan potensial membuat generasi muda yang obesitas mengalami gangguan jantung di usia selanjutnya.
"Pengurangan berat badan, khususnya di antara pasien muda yang obesitas, sangat penting untuk mencegah perubahan jantung- seperti perubahan ukuran, bentuk dan fungsi jantung-akibat LAE," jelas peneliti seperti dilansir dari healthday.
Namun hasil penelitian ini belum terlalu lengkap, karena mereka belum menemukan dan menentukan berat badan ideal untuk memperbaiki LAE. Karena itu, masih diperlukan studi lebih lanjut. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.