INILAH.COM, Jakarta - Film kiamat 2012 sudah diputar di bioskop Indonesia di tengah kontroversi soal cerita ramalan kiamatnya. Karena MUI tidak mengharamkan film itu, maka publik diimbau untuk berhenti berpolemik.
Imbauan itu datang dari seorang Kiyai pesantren Al-Hikmah, Jakarta Timur, KH Amir Hasan. Menurutnya, bila ada yang tidak suka dengan film yang menceritakan ramalan kiamat pada 21 Desember 2012 itu sebaiknya segera menghentikan polemiknya.
"Karena, kalau terus berpolemik, malah akan semakin membuat orang lain penasaran dengan isi cerita dari film itu. Secara tidak langsung, orang yang tidak suka itu malah mengajak masyarakat untuk menontonnya," kata Amir kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (18/11).
Karena itu, dirinya enggan memberikan komentar terkait dengan isi cerita dari film itu. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai sendiri film itu.
Sebelumnya, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin menyatakan, film 2012 yang bercerita soal ramalan suku Maya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu tidak menyesatkan pandangan orang terhadap hari kiamat. Menurutnya, umat Islam tidak akan tersesatkan jika telah mengetahui ajaran Islam dengan baik mengenai hari kiamat.
"Saya tidak melihat ada sesuatu yang bisa menyesatkan, selama itu dipandang hanya sebatas imajinasi dari pembuat film yang mencoba mengambarkan kiamat terjadi pada tahun 2012. Jadi silakan saja menonton film itu," ujarnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !