INILAH.COM, Pati - Ramalan suku Maya akan terjadinya kiamat pada 21 Desember 2012 dibantah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ramalan itu dinilai sebagai kebohongan besar.
Ketua MUI Kabupaten Pati, Achmad Mudjib Sholeh mengingatkan kepada masyarakat Pati untuk tidak mempercayai isu kiamat tahun 2010. Isu tersebut dinilainya sebagai isu yang menyesatkan.
"Lebih baik, masyarakat mengabaikan isu yang tidak benar tersebut. Pasalnya, Nabi Muhammad SAW saja, tidak mau menerangkan waktu yang jelas," katanya, Rabu (18/11).
Adapun tanda-tanda datangnya hari kiamat, katanya, terbagi menjadi dua bentuk. Ada tanda kiamat kecil dan tanda-tanda kiamat besar. Untuk kiamat kecil, terdapat sedikitnya 15 pertanda. Yakni, diutusnya Rasulullah Muhammad SAW, Disia-siakannya amanat, Penggembala menjadi kaya, Sungai Efrat berubah menjadi emas dan Baitul Maqdis dikuasai umat Islam.
Kemudian, Banyak terjadi pembunuhan, Munculnya kaum Khawarij, Banyak polisi dan pembela kezhaliman, Perang antara Yahudi dan Umat Islam, Dominannya Fitnah, Sedikitnya ilmu, Merebaknya perzinahan, Banyaknya kaum wanita, Bermewah-mewah dalam membangun masjid dan Menyebarnya riba dan harta haram.
Ia menjelaskan, tanda kiamat kecil ini adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.
Sedangkan tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi dan hingga kini belum ada satu pun yang muncul. Seperti munculnya Imam Mahdi, munculnya Dajjal, Nabi Isa a.s., Yajuj dan Majuj, terbit matahari dari Barat, dan lainnya.
"Nabi juga menambahkan, selama masih ada orang yang menyembah Allah SWT, maka kiamat itu belum terjadi. Jadi tidak benar kalau tahun 2012 itu akan terjadi kiamat," ujarnya. Ia pun mengingatkan, kepada masyaraka untuk tidak mempercayai tentang berita-berita yang berkaitan dengan isu kiamat. [*/mut]