INILAH.COM, Jakarta Keterlibatan kalangan anggota DPR Fraksi Golkar dalam hak angket Century Gate, kabarnya membuat gesekan politik antara kubu Demokrat dan Golkar makin kencang. Benarkah?
Sudah bukan rahasia lagi, publik politik melihat kubu Golkar proaktif agar kasus Bank Century diungkap tuntas. Demikian halnya kubu PKS dan PAN.
Dalam konteks Beringin, konon Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sangat menginginkan kasus Bank Century diungkap tuntas. Kabarnya Ical memerintahkan para anggota Fraksi Partai Golkar di DPR agar mendorong percepatan pembentukan Pansus Hak Angket Bank Century. Ini mencetuskan spekulasi bahwa koalisi istana retak.
"Spekulasi semacam itu bisa dipahami, karena memang terbukti koalisi pro-SBY pecah soal Century. Gerakan mahasiswa sebagai civil society sangat tajam memantau dinamika ini," kata M Fadjroel Rachman, aktivis politik dan Direktur LSM Pedoman Indonesia.
Berbagai kalangan melihat, langkah Ical itu sebagian disebabkan karena ia pernah dibuat kecewa oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penyelesaian kasus Lumpur Lapindo. "Pandangan paralel semacam itu memang berkembang di kalangan elite strategis. Memang bisa dilihat demikian," kata pengamat politik Universitas Padjadjaran Dr Ari Bainus.
Kini saatnya bagi Ical 'balas dendam' agar kasus Bank Century yang diduga melibatkan Sri Mulyani diungkap. Apalagi kini bola salju gerakan masyarakat madani agar Century Gate dituntaskan terus menggelinding. Berbagai perwakilan dari elemen organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat (ormas), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Forum Petisi 28 menuntut DPR membongkar skandal Bank Century.
Forum itu mengingatkan DPR agar tidak mengkhianati aspirasi rakyat yang menginginkan kasus dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun diusut dan diungkap secara transparan.
Forum Petisi 28 akan mengerahkan puluhan ribu mahasiswa dan masyarakat ke Gedung DPR untuk mendukung sekaligus mengawal proses persetujuan hak angket yang akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR.
Pengerahan massa ini merupakan dukungan mereka kepada DPR agar tidak takut pada tekanan apa pun dan berani untuk menggunakan hak angket guna mengungkap kasus Bank Century.
Haris Rusly Moti dari Forum Kepemimpinan Pemuda Indonesia (FKPI) mengatakan, rakyat sangat menyesalkan sikap Fraksi Partai Demokrat yang terkesan tidak mendukung pengungkapan kasus Bank Century melalui hak angket. Ketua PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Agung Andri mengatakan, hak angket harus menjadi bukti keberpihakan DPR terhadap kepentingan rakyat.
Forum Petisi 28 juga akan mengkritisi fraksi-fraksi lain yang mendukung pengungkapan kasus Bank Century agar tidak menggunakan hak angket sebagai alat bargaining politik.
Bisa dipahami bila Golkar tak menyia-nyiakan kesempatan berperan dalam kasus Bank Century ini. Pintu masuknya melalui hak angket.
Heboh politik ini mungkin saja sekadar kosmetik politik, namun karena masyarakat sudah mencium 'bau anyir' atas kasus hak angket DPR ini, maka hampir pasti bola salju kasus Bank Century terus menggelinding. Jika ada kalangan DPR hanya basa-basi politik belaka, mungkin ia akan terpelanting. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !