INILAH.COM, Hong Kong - Saham-saham di Bursa Asia mixed Rabu (18/11) di tengah kehati-hatian investor mengamati perkembangan pasar regional ini. Pasar Jepang dan Hong Kong turun, sementara Korea Selatan dan Shanghai menguat. Harga minyak kembali naik di saat dolar melemah terhadap yen dan euro.
Selain itu, perdagangan dyang tidak menentu di Wall Street terimbas ke pasar regional akibat semakin melemahnya dolar. Para investor terlihat memburu saham dan komoditas seperti emas dan minyak.
Tapi, setelah beebrapa indeks menyentuh level tertingginya sepanjang tahun ini, para investor berubah khawatir terhadap gonjang-ganjing pasar dan memulai untuk membukukan profit.
Menurut para analis para investor menjadi kurang yakin terhadap arah pasar ke depan.
"Pasar cukup banyak menggeliat. Sangat susah untuk mengukur pasar saat ini, kapan akan likuid atau tidak," ujar Belle Liang, Kepala Riset Core Pacific-Yamaichi International.
Saham-saham di Bursa Jepang dan Hong Kong memimpin penurunan di bursa regional. Saham-saham di Indeks Nikkei 225

Tokyo rata-rata turun 84,01 poin (-0,9%) ke level 9.645,92 dan Indeks Hang Seng

Hong Kong turun 160,16 (-0,7%) ke level 22.753,99.
Pasar India, Indonesia, Singapore dan Thailand juga anjlok.
Namun, Indeks Kospi

Korea Selatan naik 0,9% ke level 1.599,62 dan saham-saham utama Shanghai

naik 0,5% ke level 3.297,27. Saham-saham di Taiwan dan Australia juga naik.
Dolar melemah ke 89,13 yen dari 89,24 yen. Sedang euro naik ke US$1,4882 dari US$1,4874. [cms]