INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 1.500 orang menggelar aksi demo di bundaran HI. Mereka menuding Presiden SBY telah melakukan intervensi hukum pada kasus Bibit-Chandra dengan membentuk Tim 8.
Demonstrasi ini dimulai sejak pukul 12.30, Rabu (18/11). Para demonstran bergerak dari beberapa tempat dan bertemu di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Yang menarik, sebagian besar peserta demo adalah ibu-ibu, remaja putri dan remaja putra yang berpakaian gamis. Diperoleh keterangan, mereka adalah beberapa komunitas majelis taklim yang ada di Jakarta.
Meski, di dalam spanduknya mereka menyebut dirinya dengan beberapa nama. Salah satunya sebagai Gerakap Pembela Penegakkan Hukum.
Demo itu menolak intervensi Presiden SBY dalam kasus Bibit-Chandra. Dalam orasinya, para orator mengatakan sangat tidak nyaman dengan adanya konflik antara Polri dan KPK.
Mereka menuding Presiden SBY telah melakukan intervensi terhadap kasus dengan membentuk Tim 8. Karena itu, mereka mendesak agar Presiden SBY tidak menerima rekomendasi Tim 8.
Para demonstran itu selanjutnya bergerak menuju Istana Negara. Mereka terus melakukan orasi dan membentangkan gambar dan pamflet yang menyuarakan anti Tim 8.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !