INILAH.COM, Jakarta - Direktur Operasional BP Migas menegaskan status operatorship blok Mahakam bisa saja berubah, meskipun Pertamina berpotensi menjadi Operatornya.
"Pertamina bisa ada kemungkinan dominan operator. Ini masih dibicarakan. Makanya kami (BP Migas) tidak bisa memenuhi permintaan buyer LNG Bontang untuk segera menentukan siapa operator blok Mahakam," kata
Direktur Operasional BP Migas Budi Indianto di Jakarta,, Rabu (18/11).
Untuk diketahui, saat ini operatorship blok Mahakam yang menghasilkan LNG di kilang LNG Bontang masih ditangan Total Indonesie. Kemudian, kontrak Total di Mahakam akan berarkhir pada 2017 mendatang. Sesuai dengan peraturan pemerintah setiap blok migas yang sudah berakhir akan ditawarkan dulu ke Pertamina, sebelum kemudian diurus
kontrak ekstensionnya. Pertamina sendiri sudah mengatakan minatnya untuk menjadi operator di Mahakan. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !