INILAH.COM, Jakarta - Sebagai komitmen Inggris dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, pemerintah Inggris mengucurkan dana 10 juta poundsterling.
Demikian disampaikan Menteri Energi & Perubahan Iklim Inggris Joan Ruddock di Gedung Menko Perekonomian, Rabu (18/11). "Terkait hubungan Indonesia dengan Inggris, kita harus mengkampanyekan bagaimana upaya-upaya mengurangi emisi (karbon). Untuk itu kami datang mendukung Indonesia dalam upaya pengembangan energi terbarukan," ujarnya.
Dana tersebut juga ditujukan untuk pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia. Pasalnya, pengembangan energi terbarukan ini terjadi sehubunga adanya pemanasan global akibat kurangnya masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Kita juga terrlibat dalam beberapa kerja sama. Misalnya dengan departemen energi, kita sedang berencana kerjasama untuk bangun carbon capture and storage (penyulingan karbon), Indonesia bisa gunakan batubara. Dan kita juga sedang diskusi meja bundar mengenai pengembangan kelapa sawit," papar Ruddock.
Besar bantuan dana tersebut berpotensi untuk meningkat, sehubungan dengan adanya peningkatan kebutuhan dana. "Nanti kalau ada potensi kebutuhan dana yang lebih besar, kita bisa tingkatkan pendanaan itu. Tidak hanya datang dari Inggris tapi juga bisa dari komunitas internasional," ujarnya. [mre/hid]