INILAH.COM, Beijing China memang dikenal memiliki kebiasaan makan yang ekstrem dan terkadang sadis. Seperti video makan ikan hidup-hidup yang menghebohkan internet beberapa waktu belakangan ini.Sebenarnya, cara ini merupakan hal yang biasa di China. Namun, postingan yang dimuat di situs
YouTube pekan lalu itu mengundang protes dari organisasi pecinta hewan berskala internasional, PETA.
Setiap manusia yang memiliki kebaikan hati, pasti terkejut melihat siapapun mempermainkan dan menyiksa hewan tak berdaya seperti yang mereka lakukan, demikian pernyataan PETA terkait video tersebut, seperti dikutip
The Sun, Rabu (18/11).
Dalam video itu, terlihat seekor ikan berjenis
carp sedang
disajikan di atas sebuah meja restoran. Tidak terlihat orang-orang yang menyantapnya, namun terdengar suara mereka yang sedang tertawa-tawa.
Setengah tubuh ikan malang itu tergoreng, namun ketika disentuh dengan sumpit ia masih hidup dan berusaha bernapas. Ketika ikan bergerak, gelak tawa mereka yang memakannya makin keras. Hingga pada akhirnya potongan badannya diambil dengan sumpit dan mulai dimakan.
Proses masaknya sendiri cukup sadis. Si ikan ditutup kepalanya dengan kain basah agar terus bernapas. Sementara koki memotong bagian tubuhnya dengan rapi, menggoreng, kemudian dikembalikan lagi di tubuhnya dan akhirnya disajikan dengan saos.
Kebiasaan makan penduduk China yang ekstrim dan turun temurun ini sering mendatangkan protes dunia internasional. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah restoran menawarkan otak monyet. Bahkan tikus, anjing, ular, kadal, dan bayi tikus. Beberapa tahun lalu, Negeri Tirai Bambu juga dihebohkan kasus bayi yang dimakan demi vitalitas. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !