INILAH.COM, Jakarta Hasil seri 1-1 yang didapatkan tim nasional Indonesia saat menjamu Kuwait menyulitkan langkah Indonesia untuk lolos ke ajang Piala Asia 2011 di Qatar.
Pelatih Indonesia, Benny Dollo, mengakui hasil yang diraih anak asuhnya memang jauh dari ekspektasi banyak pihak. Pasalnya, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan diharapkan dapat menuai poin tiga demi mengamankan tiket lolos ke putaran final Piala Asia.
Hasilnya memang tidak sesuai dengan yang diharapkan, kans kita jadi menipis untuk lolos, ujar Bendol, sapaan akrab Benny Dollo, dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Mantan pelatih Arema Malang itu mengritik keputusan wasit Toju Minoru sepanjang pertandingan. Wasit asal Jepang itu tercatat memberikan dua kartu kuning kepada Ponaryo Astaman dan Maman Abdurahman serta hukuman kartu merah pada Ismed Sofyan.
Wasit berat sebelah. Untuk Indonesia dia mengeluarkan kartu kuning, tapi untuk pelanggaran-pelanggaran Kuwait tidak ada kartu kuning, keluhnya
Kendati demikian, Bendol tidak ingin menyerah dalam laga selanjutnya. Bendol mengisyaratkan akan kembali mengunakan tiga penyerang saat melawan Oman pada bulan Januari mendatang di Jakarta dan melawan Australia di Brisbane pada bulan Maret
Budi Sudarsono bisa menjadi solusi di dua pertandingan terakhir. Budi mencetak dua peluang tadi dan pergerakan Boas dan Bambang sudah bagus, kata Bendol pada wartawan.
Sementara pelatih Kuwait, Goran Tufegdzic, menyatakan ketidakpuasannya dalam pertandingan ini karena lini depannya gagal memaksimalkan peluang yang didapat.
Meski imbang saya tidak puas dengan hasil ini karena ada empat peluang membentur tiang. Tapi melihat klasemen saya puas karena kami memiliki catatan gol yang lebih baik ketimbang Australia dan menjadi pemimpin klasemen sementara, ujar pelatih asal Serbia itu.[nov]