INILAH.COM, Jakarta - Duet pembalap asing, Suzuki Evalube Axioo Motokros, Kim Azkenaski (Australia) dan Watana Khanlaya siap mengulang sukses seperti di seri IV Axioo Motocros International Championship 2009, kelas 250cc.
Keduanya berjanji akan mengulang sukses di pagelaran terakhir, atau final Axioo Motocros di Sirkuit AHRS Pati, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (21-22/11).
Untuk itulah, keduanya bahkan sudah mengatur jadwal tiba di Pati lebih awal pada Rabu (18/11) agar bisa melakukan latihan lebih serius dan bisa lebih cepat mengenal medal laga.
Kim dan Watana sama-sama belum pernah berlaga di Pati sehingga merasa perlu adaptasi lebih awal dengan latihan panjang.
Apalagi, ini adalah balapan seri pamungkas yang menentukan keduanya untuk bisa menjadi juara di akhir seri ini. Selain kedua kroser asing ini, sejumlah kroser nasional seperti Denny Orlando, Aep Dadang Supriatna, Aldi Lazaroni, Alex Wiguna, atau Agi Aggasi juga dipastikan tiba di lokaso lebih awal untuk melakukan adaptasi dengan sirkuit.
Diantara para kroser nasional ini, Denny tampaknya termasuk yang paling sering melakukan latihan di trek milik AHRS ini. Meski begitu, kroser senior ini tak mau gegabah. Menurut Denny, masing-masing trek punya tingkat kesulitan berbeda.
Meski kita banyak latihan dan mengenal trek dengan benar, kadang di balapan semua bisa berubah. Semoga saja pada balapan puncak nanti saya bisa melakukan yang terbaik untuk tim dan pribadi, ujar Denny.
Apalagi kehadiran para kroser asing ini di setiap balapan memang selalu membuat kita harus kerja ekstra untuk mengejar mereka. Mereka nyaris setiap pekan berkompetisi sementara kita harus menunggu waktu dalam hitungan bulan, ujar Denny yang tiba di Pati pada Rabu malam.
Lightning Productions dan IMI DKI Jakarta sebagai pelaksana dan promotor even motokros ini juga sudah menyiapkan sejumlah hadiah menarik dan hiburan bagi para kroser dan penonton.
Ini kan final, jadi kami ingin memberikan yang terbaik tak saja buat para peserta tapi juga penonton. Diharapkan bisa sekitar 15 ribu penonton yang datang untuk menyaksikan event spektakuler ini, kata Dira Sulanjana selaku pelaksana di lapangan dari Lightning Productions.
Sementara A. Judiarto dari IMI DKI Jakarta sebagai penyelenggara event ini pun berharap final kali ini bisa menghadirkan persaingan antar kroser yang maha dahsyat karena imbasnya tentu bukan saja bagi para kroser atau penonton di lokasi, tapi juga bagi penonton televisi yang akan menyaksikan siarannya sepanjang satu jam di TV One.
"Rata-rata penonton sangat menanti-nantikan event ini sehingga persaingan itu pun sangat berpengaruh bagi para penonton,"tutur Judiarto yang merupakan Ketua Penprov IMI DKI Jakarta.[had]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !