INILAH.COM, Jakarta - Masuki hari kelima penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 09/10 (JFW 09/10), Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), menghadirkan rancangan busana yang penuh kematangan dan Ready to Wear.
Pada sesi pertama peragaan busana IPMI, ditampilkan empat perancang Tuty Cholid, Syahreza Muslim, Hutama Adi dan Denny Wirawan.
Kali ini, Tuty Cholid menghadirkan line terbarunya IMANITY. Terdiri dari 16 koleksi, dimana dari keseluruhan koleksinya ini Tuty Cholid berharap dapat dijadikan acuan tren fesyen maupun tekstik di tahun 2010.
Terinspirasi dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Yunani kuno, yaitu Dewi Aphrodite, Tuti mempersembahkan koleksi busana yang feminin dan clean menggunakan drapery dan zipper. Tidak itu saja, Tuti juga berhasil menggabungkannya dengan konsep otentik Nusantara Indonesia.
Garis rancangannya terinspirasi dari gaun draperi khas Yunani yang ditampilkan lebih simple,Chic, maskulin namun tetap elegan.
Sutera dan zat pewarna alam, serta teknik sungkit pada tenun ATBM merupakan ekplorasi Tuti dalam menciptakan busana yang eco-green. Nuansa warna yang digunakan pun tak jauh dari warna alam, seperti abu-abu, putih, biru indigo, dan hijau olive.
Dalam rancangannya, nuansa warna yang dipakai didominasi dari warna asli kokon sutera itu sendiri, yakni Natural White Cocoon Silk. Penggunaan zat pewarna alam juga dipakai dalam koleksi ini, diantaranya Indigofera (zat pewarna alam yang berasal dari tanaman tinggi yang menghasilkan nuansa warna biru tua). Selain itu zat pewarna alam seperti Kayu Secang untuk menghasilkan warna jingga merah. Juga Jelawe untuk menghasilkan nuansa warna kecoklatan.
Sementara, juara pertama Indonesia Young Desainer Contest 1994, Syah Reza Muslim, memberikan sebuah koleksi busana retro klasik modern yang bertajuk Euphoria. Beberapa koleksinya menghadirkan motif floral dengan kolaborasi batik Danar Hadi. Hasilnya adalah gaun-gaun nan cantik dengan dominasi warna biru, hijau lumut, dan merah. Pada sesi kedua, Syah Reza menghadirkan gaun-gaun malam glamour bernuansa merah-hitam dengan detil bebatuan.
Denny Wirawan, alumni Lomba Perancang Mode ini mempersembahkan karya hasil kolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia yang telah membawanya melanglang buana hingga ke Eropa. Menggunakan kain tenun Sulawesi Tenggara, gaya etnik berubah menjadi modern, glamour dan dramatis di tangan Denny. Detail busananya menggunakan permainan ruffles dan volume dengan warna-warna solid dan cerah sangat menarik perhatian.