inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Proyek 10.000 MW Hanya Selesai 48%

Headline
Oleh:
Kamis, 19 November 2009 | 10:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) sampai akhir 2009 hanya mampu menyelesaikan proyek pembangkit yang masuk program percepatan 10.000 Mega Watt (MW) sebesar 915 MW atau 48 persen dari target sesuai kontrak sebanyak 1.890 MW.

Data PLN yang diperoleh di Jakarta, Kamis (18/11) menyebutkan, proyek yang selesai tahun ini adalah dua unit PLTU Labuan, Banten dengan total daya 600 MW dan satu unit PLTU Rembang, Jateng berdaya 315 MW.

Proyek PLTU Labuan unit pertama dengan daya 300 MW sudah beroperasi pada Oktober 2009 dan unit kedua juga sebesar 300 MW ditargetkan rampung pada Desember 2009.

Sedang, proyek PLTU Rembang unit pertama dengan daya 315 MW akan selesai Desember 2009.

Padahal, sesuai kontrak, terdapat sebanyak enam unit dari tiga lokasi di Jawa yang ditargetkan selesai tahun ini dengan total daya 1.890 MW.

Keenam unit tersebut adalah PLTU Labuan, Banten unit pertama 300 MW sesuai kontrak selesai 11 September 2009 dan unit kedua 300 MW pada 11 Desember 2009.

Selanjutnya, PLTU Rembang, Jateng unit pertama 315 MW ditargetkan selesai pada 21 September 2009 dan unit kedua 315 MW pada 21 Desember 2009, dan PLTU Indramayu, Jabar unit pertama 330 MW pada September 2009 dan unit kedua 330 MW pada Desember 2009.

PLN menargetkan PLTU Rembang unit kedua baru beroperasi pada Maret 2010 dan PLTU Indramayu unit pertama Juni 2010 dan unit kedua pada November 2010.

Kontrak PLTU Labuan ditandatangani pada 12 Maret 2007 dengan kontraktor asal China yakni Chengda Engineering Corporation of China dan PT Truba Jurong Engineering.

Nilai kontraknya adalah 373,428 juta dolar AS dan Rp1,395 triliun.

PLTU Rembang yang memiliki kontrak senilai 338,8 juta dolar AS dan Rp2,474 triliun, ditandatangani pada 21 Maret 2007 dengan kontraktor asal Malaysia, Zelan-Priamanaya-Tronoh.

Sedang, kontrak PLTU Indramayu senilai 696,734 juta dolar AS dan Rp1,498 triliun diteken 12 Maret 2007 dengan kontraktor asal China, Sinomach-CNEEC-PT Penta Adi Samudera. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.