INILAH.COM, New York Masalah bajak laut di perairan Somalia memusingkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pasalnya, para perompak air itu makin menjadi.
Perompakan di lepas pantai Somalia adalah gejala masalah yang lebih luas di daratan dan setiap strategi guna menanggulanginya juga harus menangani pangkalnya dan memperkokoh kemampuan regional, ujar utusan PBB untuk Somalia, Ahmedou Ould Abdallah, Kamis (19/11).
Saat memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, Abdallah mengatakan perompakan harus ditangani sebagai kegiatan kriminal dengan banyak alat penangkap di wilayah tersebut dan di seluruh dunia. Menurutnya, peningkatan kehadiran di laut akan membantu menstabilkan situasi.
Antara Januari dan September, 160 aktivitas perompakan tercatat dilaporkan di daerah Afrika Timur. Organisasi Kelautan Internasional PBB (IMO) mendata 34 kapal dibajak dan lebih dari 450 orang disandera di pantai Somalia.
Satu-satunya penyelesaian yang berkelanjutan adalah penanganan yang efektif, penegakan hukum dan lembaga keamanan serta menciptakan kehidupan pilihan di Somalia bagi pertumbuhan ekonomi yang utuh, lanjut Abdallah.
Kantor Politik PBB untuk Somalia (UNPOS) dan Tim Negara PBB melakukan kerja sama mengenai masalah itu. Hal ini sedang dilakukan PBB melalui Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM). [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !