INILAH.COM, Jakarta - Siang ini rapat Badan Musyawarah (Bamus) Hak Angket Bank Century di DPR. Hanura optimis angket tidak dilemahkan selama sidang keputusan transparan.
"Kita lihat saja yang masuk angin dan masuk neraka nanti dalam sidang terbuka," kata anggota Fraksi Partai Hanura Akbar Faisal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11).
Dugaan hak angket tersebut dilemahkan, terindikasi ketika sidang paripurna Selasa, 17 November lalu, yang sempat ricuh karena pembacaan usulan Hak Angket Bank Century nyaris gagal. Sebagian inisiator, terutama FPDIP, mencurigai ada upaya penghadangan dari FPD terutama oleh Ketua DPR Marzuki Alie.
"Sangat menyedihkan bila ada fraksi (Demokrat) yang mengatakan tak mau meributkan hal-hal yang tidak penting, itu luar biasa," sindir dia.
Akbar menyadari tirani koalisi sangat besar dan kemungkinan angket dilemahkan bisa terjadi. Namun, ia menegaskan 17 anggota Fraksi Partai Hanura bertekad bulat mendorong pembongkaran skandal Bank Century.
"Kami komisi lugu, tidak bisa membodohi-bodohi yang lain. Maka, Fraksi Hanura setuju agar rapat atau sidang voting nanti terbuka," paparnya.
Sebagai catatan, Hak Angket Bank Century hari ini akan dirapatkan dalam Bamus pukul 12.00 WIB. Banyak kalangan LSM, terutama barisan Kompak menilai fraksi DPR masuk angin dalam mengusut perkara Bank Century.
Mereka diprediski akan melempem tiba-tiba di tengah jalan, serta memanfaatkan peluang ini untuk mengeruk kekayaan dan kekuasaan atas nama aspirasi rakyat. [ikl/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !