INILAH.COM, Jakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) menyesalkan gagalnya PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membeli 14% saham divestasi Newmont.
"Sayang sekali Antam tidak masuk, padahal persediaan dana sudah ada. Saya sendiri sebagai pemegang saham Antam tentu sangat mendambakan agar Antam masuk," kata Menneg BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Kamis
(19/11).
Dia melanjutkan, sementara terkait gagalnya Antam masuk konsorsium karena tidak tercapai kesepakatan. "Tidak ada titik temu guna tercapai kesepakatan," jelasnya.
Terkait apakah Menneg BUMN berminat menentukan perusahaan BUMN pengganti Antam, Mustafa menjelaskan sampai hari ini posisinya masih seperti itu. "Kami ingin sekali BUMN pusat bisa ikut dalam pembelian
saham, sayangnya tidak tercapai," katanya. [cms]