inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Obama Naikkan Prediksi Pertumbuhan Q4-2009

Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh:
Kamis, 19 November 2009 | 11:40 WIB
INILAH.COM, Washington - Presiden Barack Obama meramalkan perekonomian AS akan tumbuh lagi di kuartal terakhir tahun 2009.

"Kami telah melihat pertumbuhan ekonomi. Kami mengantisipasi pertumbuhan ekonomi kuartal berikutnya juga," kata Obama dalam wawancara televisi Fox News dari Cina, Rabu (18/11) waktu setempat.

Dalam persentasenya, perekonomian AS menyesuaikan musim tumbuh 3,5% per tahun pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan itu melebihi ekspektasi analis dan menandai kuartal terkuat sejak kuartal ketiga tahun 2007 ketika krisis subprime mortgage AS memicu krisis keuangan global.

Obama mengakui bahwa membaiknya perekonomian AS tetap memerlukan waktu untuk mendapatkan pegangan karena melonjaknya tingkat pengangguran, yang melewati angka simbolik 10% untuk pertama kalinya sejak 26 tahun bulan lalu. "Saya selalu mengatakan bahwa pertumbuhan pekerjaan akan tertinggal di belakang pertumbuhan ekonomi," katanya.

"Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya yang harus melihat seberapa tinggi tingkat pengangguran dan saya menghabiskan waktu setiap bangun tidur untuk berbicara dengan tim ekonomi saya tentang bagaimana dan dimana Anda akan menempatkan orang-orang kembali bekerja."

Kamis pekan lalu, beberapa jam sebelum memulai perjalanan pertamanya ke Asia sebagai presiden, Obama mengumumkan akan menggelar forum pekerjaan di Gedung Putih pada Desember untuk mencoba dan menangani krisis.

"Ini adalah ilmu eksak," kata Obama mengenai penciptaan lapangan kerja, dengan catatan bahwa perekonomian AS yang besar telah dihantam krisis terburuk sejak 1933, ke dalam depresi besar.

"Langkah pertama mengenai keberhasilan pemulihan ekonomi adalah kita menarik diri kita sendiri kembali dari tepi jurang. Apakah kita akan mendapat pertumbuhan ekonomi lagi. Pertanyaannya sekarang adalah, bisakah kita memastikan bahwa kita bisa mempercepat pertumbuhan lapangan kerja. Itu pekerjaan nomor satu," kata Obama.

Sejak berkantor di Gedung Putih, Obama telah berjuang untuk menyeimbangkan gerakan untuk memacu pertumbuhan pekerjaan, terutama melalui paket stimulus sebesar US$787 miliar, yang dibutuhkan untuk mengekang terus meningkatnya defisit AS.

Ia mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan pekerjaan dengan tidak mendorong naiknya defisit terus menerus adalah meningkatkan ekspor ke tempat-tempat seperti China.

"Promosi ekspor akan menjadi sesuatu yang bisa kita lakukan tanpa harus mengeluarkan uang," katanya mengisyaratkan langkah untuk memotong pajak bagi perusahaan yang mengambil karyawan baru.

Pimpinan Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, pekan ini mengatakan bahwa ia berharap perekonomian AS tumbuh berkelanjutan sampai 2010, meskipun "penting untuk menahan terpaan angin," termasuk pengetatan kredit dan melemahnya pekerjaan.

Bernanke mengatakan ia melihat pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan, setelah berkembang di kuartal ketiga disusul penurunan di kuartal empat, di samping kekhawatiran dari apa yang disebut resesi yang lebih dalam.

"Pasar kerja yang lemah adalah daerah yang menjadi perhatian," kata pimpinan Fed dalam komentarnya pada Ekonomic Club di New York. Dia menambahkan bahwa hal terbaik yang dapat dikatakan tentang pasar tenaga kerja sekarang ini adalah bahwa hal itu mungkin semakin parah akan lebih perlahan-lahan. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.