Sabtu, 26 Mei 2012 | 11:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
CIMB Bidik KPR Akhir Tahun Rp14,3 T
Headline
istimewa
Oleh: Susan Silaban
web - Kamis, 19 November 2009 | 11:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik pertumbuhan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) hingga akhir tahun naik Rp1 triliun dari kuartal III 2009 Rp13,3 triliun menjadi Rp14,3 triliun.

Demikian diungkapkan Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga, James Rompas kepada wartawan pada acara paparan kinerja di Jakarta, Kamis (19/11). "Memang outstading KPR CIMB Niaga flat, namun kami optimis akhir tahun bisa tumbuh Rp1 triliun dari kuartal ketiga," papar James Rompas.

Ia menambahkan, walaupun outstansding KPR flat, tapi CIMB Niaga telah melakukan pembukuan setiap bulan ada kenaikan permintaan KPR berkisar Rp350-400 miliar per bulannya. Jadi, untuk mencapai angka tersebut, CIMB Niaga setiap bulannya harus mengeluarkan produk baru yang ditargetkan membidik paling sedikit Rp300 miliar. KPR CIMB Niaga memiliki bunga 9,9% tertinggi pada Oktober.

"Memang demand KPR pada kuartal 1 dan 2 turun, namun permintaan KPR untuk kuartal IV diprediksikan naik," tuturnya.

Memang sepanjang triwulan III 2009 ini, menurut James Rompas, dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh 1% menjadi Rp81,30 triliun dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp80,74 triliun ketimbang
permintaan KPR yang sedikit. Selain itu, penempatan dana murah CIMB Niaga pun naik 17% menjadi Rp39,94 triliun dibanding sebelumnya yang hanya Rp34,06 triliun.

"Untuk menggenjot permintaan KPR, CIMB Niaga akan terus memberikan dan meluncurkan kredit yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memang saat ini, KPR Rusun belum ditangani. Namun, jika ada yang menunjuk
kami sebagai bank pelaksana kami akan bersedia," pungkasnya.

Swementara itu, nilai DPK perbankan nasional pada September naik Rp10,2 triliun menjadi Rp1.857,3 triliun. Nilai outstanding kredit dari Agustus ke September susut dari Rp1.400,4 triliun menjadi Rp1.399,9 triliun.

Ketimpangan ini menyebabkan tumpukan dana yang di parkir di SBI semakin tinggi. Per Oktober 2009, dana SBI mencapai Rp245 triliun. Bankir merasa aman menaruh dana di SBI lantaran bunga yang tinggi 6,5%. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.