INILAH.COM, Hong Kong - Saham-saham di Bursa Asia (Kamis (19/11) mixed akibat turunnya kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi global. Ini adalah yang kedua kalinya di pertengahan perdagangan di Asia dan mengikuti pasar Wall Street. Harga minyak dan emas sedikit berubah, sementara dolar melemah terhadap yen dan euro.
Yang juga membebani investor di Asia adalah berita Mitsubishi UFJ Financial Group Jepang, bank terbesar di Jepang, yang tengah mencari dana sebesar US$11,2 miliar untuk menopang keuangannya. Itu menunjukkan sektor keuangan belum pulih sepenuhnya setelah setahun mengalami krisis.
Daniel McCormack, sebuah lembaga strategis Macquarie Securities di Hong Kong, mengatakan kesuraman pertumbuhan ekonomi sangat menghambat aliran dana di seluruh dunia untuk menggerakkan harga saham untuk naik tahun ini.
"Di sisi lain, kita memiliki fundamental kerja melawan diri sendiri. Di sisi lain kita butuh dukungan likuiditas di pasar," ujar McCormack said.
Di Jepang, saham-saham Indeks Nikkei 225

rata-rata turun 134,10 poin (-1,4%) ke level 9.542,70 dan Indeks Hang Seng

Hong Kong turun 121,18 poin (-0,5%) ke level 22.719,15.
Shanghai

China juga melemah, Indeks India turun 0,6% dan saham-saham utama Taiwan anjlok 0,1%.
Tapi Indeks Kospi

naik 1,3%, memimpin kenaikan di bursa regional. Bursa di Singapura, Indonesia dan Australia juga mencatatkan kenaikan.
Dolar melemah menjadi 89,12 yen dari 89,34 yen. Euro melemah menjadi US$1,4912 dari US$1,4961. [cms]