INILAH.COM, Denpasar - Kalangan praktisi pariwisata di Bali mengakui bahwa perkembangan telepon selular saat ini sangat berpengaruh dan banyak membantu industri yang melayani para pelancong tersebut.
"Dulu, sebelum ada telepon selular, kami biasa membawa uang koin dalam jumlah banyak kalau melayani tamu, tapi sekarang cukup dengan HP kecil," kata GM Le Terrace Villas Seminyak Ratna N Soebrata di Denpasar, Kamis.
Saat mengelola agen travel tahun 1980-an, dirinya dan praktisi pariwisata lain banyak mengandalkan telepon koin yang disediakan PT Telkom di sejumlah hotel. Saat mengantar tamu ke suatu lokasi, ia menghubungi stafnya di kantor lewat telepon koin.
"Makanya saat itu saya harus selalu menyiapkan uang koin yang banyak. Sampai-sampai saya punya dompet koin yang isinya uang recehan," kata Plt Ketua Asosiasi Travel Asia Pasifik (PATA) kawasan Bali dan Nusa Tenggara itu sambil tertawa.
Dia mengaku, pertama menggunakan telepon selular tahun 1992, namun ukurannya masih sangat besar. Karena besar, maka seringkali merasa canggung untuk menggunakan telepon tanpa kabel itu di tempat umum.
"Bentuknya kotak panjang, separuh lebar batu bata. Namun seiring perkembangan teknologi selular yang bertambah canggih, kini sudah semakin kecil. Apalagi banyak operator, pengguna semakin diuntungkan, termasuk kami yang di pariwisata," katanya.
Sementara Ketua Badan Pariwisata Bali (BTB) Ngurah Wijaya mengatakan bahwa perkembangan selular saat ini sangat memudahkan dirinya untuk melakukan aktivitas di bidang pariwisata.
"Sekarang kalau bahas masalah dengan staf tidak perlu bertemu di kantor karena bisa menggunakan handphone. Jadi kami bisa berkantor di mana saja," katanya.[*/ito]