INILAH.COM, Teheran - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, meminta dunia menghormati negaranya dan membebaskan aset mereka, jika masih ingin kerjasama dengan Teheran.
Jika negara kami melihat mereka mengubah sikapnya, melepaskan sikap arogannya, serta mengembalikan hak-hak dan aset negara maka Iran akan menerima itu, kata Ahmadinejad dalam sebuah pidato di televisi di kota bagian utara, Tabriz, Kamis (19/11).
Namun jika mereka lagi-lagi setelah menipu di kawasan maka reaksi nasional kami akan sama sebagaimana yang kami berikan pada pendahulunya, lanjutnya.
Komentar ini merupakan tanggapan Ahmadinejad atas pernyataan Presiden AS Barack Obama yang siap memberikan sanksi untuk Iran. Hal tersebut terkait penolakan Iran dalam kesepakatan bahan bakar nuklir yang bertujuan untuk mengakhiri ketegangan antara Barat dengan Teheran akibat program nuklir kontroversial.
Obama menerapkan kebijakan penghargaan dan sanksi dengan Teheran. Ia menawarkan sebuah pendekatan diplomatik setelah tiga dekade hubungan buruk. Namun pada saat yang bersamaan, mengancam memperkuat sanksi jika Iran tidak membersihkan program atomnya.
AS membekukan aset pemerintah Iran pada 1979 ketika kelompok Islam menyerang kedutaan besar AS di Teheran. Ketika itu, mereka menahan 50 sandera selama 444 hari. Krisis itu berujung pada berakhirnya hubungan diplomatik AS-Iran pada 1980. Pembekuan aset, yang diperbaharui tiap tahun, adalah sumber kekesalan di Iran.
Awal bulan ini penuntut umum federal AS mengatakan bahwa mereka menyita empat masjid dan gedung pencakar langir 36 lantai di New York dari sebuah organisasi nirlaba muslim yang dicurigai berada dibawah kendali pemerintah Iran. [*/vin]