INILAH.COM, Jakarta - Indonesia perlu meningkatkan laju pertumbuhan potensial ekonomi menjadi 7%. Saat ini potensi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6%.
Hal itu disampaikan Kepala Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, kemarin. "Perekonomian Indonesia harus tumbuh paling tidak dengan laju sebesar 6,7% untuk dapat menyerap tenaga kerja yang memasuki usia kerja," tutur Purbaya.
Ia mengatakan, Indonesia harus mengubah tren pertumbuhan jangka panjang menjadi di atas 7%. Laju pertumbuhan itu untuk menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan mencpitakan kondisi sosial yang stabil.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Data historis menunjukkan suku bunga di bawah 10% akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Laju inflasi di Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.Sehingga suku bunga cenderung berada pada level lebih tinggi," tambah purbaya.
Ia mengatakan,langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengendalikan inflasi, pertama mendukung terciptanya kebijakan moneter yang berhati-hati dan tidak menimbulkan inflasi berlebihan termasuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua, menjaga kelancaran distribusi barang melalui penyediaan infrastruktur yang memadai. Ketiga, meminimalkan pengaruh faktor musiman dari pergerakan harga kebutuhan pokok. Keempat, mengendalikan kenaikan biaya pendidikan.
Menurut Purbaya, perlu adanya perbaikan kinerja pada sektor pertanian dan manufaktur. Sektor pertanian sekitar 40,3% dan manufaktur sekitar 12,2% menyerap tenaga kerja"Perbaikan kinerja kedua sektor ini
akan memberi dampak yang amat signifikan kepada kemakuran rakyat Indonesia," papar Purbaya. [hid]