Selasa, 29 Mei 2012 | 05:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pergeseran Eurasia Lebih Nyata dari Kiamat 2012
Headline
istimewa
Oleh: Donny Andhika
web - Jumat, 20 November 2009 | 07:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pakar astronomi Boscha membantah kiamat 2012 akibat meteor jatuh. Ada ancaman lebih dahsyat dari bintang merah dan pergeseran lempeng Eurasia dengan bencana sangat besar.
Pakar Astronomi Boscha DR Mudji Raharto mengatakan tidak perlu mencemaskan ramalan astronomi suku Maya yang akan berakhir pada 2012 dan bumi disebut akan terjadi bencana besar.
Sebenarnya tidak perlu cemas, justru mesti optimistis karena kemungkinan itu tidak akan terjadi apa-apa. Ritme kalender Maya dan ritme astronomi berbeda, katanya saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Jumat (19/11).
Dari sudut pandang astronomi, tidak ada sesuatu yang mencemaskan pada 2012. Mudji menyebut semua yang terjadi hanya fenomena regular yang terjadi setiap tahun. Saat bumi beredar terhadap matahari, pasti akan bertemu dengan sisa-sisa komet. Bumi sudah pengalaman dengan hal seperti itu dan tidak akan terjadi bencana yang besar.
Menyangkut adanya Planet Nibiru yang ditutup-tutupi NASA dan sedang dalam jalur bertabrakan dengan bumi, Mudji menyebut obyek angkasa itu cuma mitos yang dibuat oleh orang-orang lewat persepsi masing-masing. Memang akan ada fenomena reguler, tapi tidak ada yang menimbulkan bencana signifikan, tegasnya.
Sementara kecepatan meteor sendiri sekitar 70 km/detik. Dan dampaknya bisa luar biasa jika bertabrakan dengan bumi yang bergerak 100 ribu km/detik. Para pendukung teori kiamat menyebut akan ada tabrakan antar planet 2012.
Banyak orang yang percaya, NASA menyembunyikan informasi sebuah planet yang sedang dalam jalur akan menabrak bumi. Teori tabrakan itu berdasarkan klaim akan munculnya planet Nibiru yang seharusnya ditemukan bangsa Sumeria dan akan menabrak bumi.
Bencana tabrakan planet itu awalnya diprediksi akan terjadi pada Mei 2003. Namun karena pada tanggal itu tidak terjadi apa-apa, maka ramalan diundur menjadi Desember 2012.
Mudji menambahkan ada yang lebih berbahaya dari mitos tabrakan komet pada 2012. Karena ancaman dari bawah berupa gempa bumi dari pergeseran lempeng eurasia lebih nyata dibandingkan dengan ancaman astronomi.
Ia mengatakan lebih mengkhawatir bintang raksasa merah yang ditimbulkan oleh matahari. Bintang tersebut dapat menyedot seluruh planet ke dalamnya. Dampaknya tata surya akan musnah. Namun tidak perlu khawatir karena bintang merah raksasa masih jauh dan diperkirakan terjadi 10 miliar tahun yang akan datang, tambahnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
bagus
Minggu, 22 November 2009 | 19:57 WIB
bukankah kiamat itu yang tau hanya alah SWT.?? manusia aneh2 saja
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.