INILAH.COM, Brussels Insiden kontroversial Thierry Henry mengundang presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, untuk meminta maaf kepada perdana menteri Irlandia Brian Cowen.
Kedua pemimpin negara Eropa itu bertemu dalam pertemuan negara-negara Uni Eropa di Brussels, Belgia.
Setelah bertemu dengan Cowen, Sarkozy berujar, Saya mengatakan pada Brian Cowen mengenai betapa besarnya rasa maaf saya untuk mereka. Tetapi jangan suruh saya menggantikan wasit, atau pejabat berwenang di federasi sepak bola Prancis atau pejabat sepak bola Eropa. Tempatkan saya dimana seharusnya asya berada.
Anda akan mulai mengatakan saya sebagai presiden yang berlebihan lagi seandainya Anda memaksa saya melakukan itu, kata Sarkozy, yang memiliki reputasi sebagai pemimpin negara yang ingin terlibat dalam isu-isu internasional.
Sementara Cowen mengakui jika Sarkozy memahami perasaan yang dialami oleh masyarakat Irlandia atas kegagalan Robbie Keane dan kawan-kawan berlaga di Piala Dunia 2010.
Cowen mengaku tidak menanyakan masalah pertandingan ulang kepada Sarkozy, tetapi akan mendukung langkah asosiasi sepak bola Irlandia menteri olahraga Irlandia untuk mengirimi surat kepada FIFA untuk meminta tanding ulang.
Masalah ini akan diselesaikan di organisasi olahraga yang melingkupi dunia sepak bola, bukan di Brussels atau dimanapun. Menteri olahraga kami akan menuliskan surat kepada FIFA dan meminta pertandingan ulang, ucap Cowen.
Dalam kesempatan yang sama, Cowen juga menghargai publik sepak bola di Prancis yang bersimpati pada Irlandia dan justru resah dengan kesebelasan nasionalnya sendiri setelah apa yang dilakukan dalam partai di Stade de France itu.[nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !