INILAH.COM, Jakarta - Masih melanjutkan tradisi tahun-tahun sebelumnya, ajang penghargaan terhadap delapan perancang nasional yang dianggap paling berpengaruh sepanjang tahun digelar dalam Dewi Fashion Knights sebagai bagian dari rangkaian acara JFW 09/10.
Ajang sekaligus perayaan malam ulang tahun majalah Dewi ke-18 bertajuk The Soul of Modernism ini memberikan penghargaan kepada Sally Koeswanto, Deden Siswanto, Denny Wirawan, Oka Diputra, Oscar Lawalata, Ali Charisma, Lenny Agustin, dan Barli Asmara. Kedelapan perancang ini diberi gelar Ksatria Mode, kamis malam, [19/11].
"Harapannya, dengan penghargaan yang diberikan seluruh perancang ini bisa menyambut tantangan zaman modern, sekaligus juga dapat mengangkat kekayaan nilai-nilai tradisi Indonesia ke dunia Internasional," kata Svida Alisjahbana, Ketua Umum JFW 2009.
Penghargaan yang juga dilakukan dengan peragaan ini banyak mengundang decak kagum penonton. Karena seluruh busana yang ditampilkan memang benar-benar mengundang kekaguman.
Peragaan busana diawali dengan penampilan koleksi karya dua desainer nasional yang sebelumnya sempat melawat ke India dalam rangka program silang budaya Indonesia-India, Priyo Oktaviano dan Sebastian Gunawan.
Entah sudah kompakan atau tidak, meski mengambil tema berbeda, koleksi keduanya banyak menampilkan warna dominan hitam dengan ornamen bling-bling bermotif khas India, yang memberi kesan anggun dan mewah.
Peragaan Dewi Fashion Knights diawali oleh tampilnya koleksi Sally Koeswanto. Mengambil tema Angel Garden, lulusan The White Fashion House Design School, Sydney, menggelar koleksi dengan warna dasar cokelat muda, beige, khaki, dan putih, dengan banyak aplikasi bunga-bunga berwarna senada.
Setiap hasil karyanya menggunakan keterampilan tangan yang mengagumkan. Deden Siswanto, alumni Lomba Perancang Mode dan Councours International des Jurnes Creatures de Mode, yang kini tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), mengetengahkan koleksi yang didominasi warna emas dan tembaga yang terkesan glamour. Ia juga menggunakan teknik sablon untuk memberi motif pada gaun-gaun rancangannya.
Denny Wirawan, juga desainer lulusan LPM, yang mengambil tema Portrait of a Lady, tampaknya sangat terinsipirasi dari kostum berkuda kaum wanita di era 1950-an hingga 1970-an. Meski bersiluet maskulin (berupa celana selutut, jas pendek atau panjang, sepatu bot, bahkan pecut kuda), wanita yang menggunakannya justru terlihat seksi dan menantang. Yang menarik, ia cukup banyak menggunakan material berupa kain-kain tenun Indonesia.
Oka Diputra, perancang asal Pulau Dewata yang juga lulusan Universitas Udayana, lewat tema La Fille Sous Marine, mengambil inspirasi dari keindahan alam bawah laut, terutama terumbu karang berwarna-warni meriah yang melambai-lambai dan meliuk-liuk indah. Untuk itu, ia banyak menggunakan detail rimpel dan sulur-sulur untuk menciptakan kesan meliuk dan melambai. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !