INILAH.COM, Jakarta - Anggota DPR dari Partai Demokrat Ruhut Sitompul menuding makelar kasus (markus) tidak saja ada di kepolisian dan kejaksaan, tetapi juga di DPR.
Tidak usah jauh-jauh, di sini juga jadi sarang. Siapa bilang nggak ada. Cuma saya nggak enak saja bilang. Lihat kawan-kawan kita juga, ujarnya ketika dihubungi [Inilah.Com], Jumat.
Ruhut meminta agar Kapolri dan Jaksa Agung jangan melayani markus dari DPR.
Kadang-kadang kepolisian dan kejaksaan itu menjadi rusak, kan karena ada markus kok dipelihara, tandas Ruhut.
Ruhut mengaku harus mulai membuka hal ini karena penegakan hukum. Jangankan di DPR ini, kalau demi penegakan hukum, keluargaku sendiri aku sikat. Itulah aku, ujarnya.
Jadi jangan main-main keluargapun ku disikat, apalagi DPR. tegas Ruhut.
Ruhut mewanti-wanti kepada rekan-rekan sekolega di DPR, agar jangan gampang-gampang menunjuk hidung orang sebelum menunjuk hidung sendiri.
Ia mencontohkan kejadian saat rapat dengar pendapat DPR dengan Kapolri, Jaksa Agung, beberapa hari lalu, anggota DPR Komisi III ramai-ramai membela Polri dan kejaksaan.
Saya di situ tidak ikut bertepuk tangan. Terus saya pernah bilang, jangan sampai maling teriak maling, ucapnya.
Ruhut mengungkapka akan membongkar markus di DPR, namun belum dalam waktu dekat ini, karena sedang mengumpulkan data dan faktanya. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !