INILAH.COM, Jakarta - Tumpang-tindih kepentingan dalam pembentukan Hak Angket Bank Century menimbulkan pesimistis publik. Perlu dorongan kuat agar semangat para pengusul hak angket tidak padam di tengah jalan.
"Meski tidak yakin akan sampai di akhir, tapi hak angket ini harus terus digulirkan. Kepada para inisiator itu 'jangan hangat-hangat tahi ayam'" kata pengamat politik LIPI Lili Romli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11).
Publik pesimis, ujar Lili, karena pengalaman membuktikan DPR tak pernah serius mengerjakan beberapa hak angket. Misalnya, Angkat BBM, serta Angket DPT yang tidak jelas hasilnya.
"Tapi jangan partai pengusul hak angket itu berhenti di tengah jalan, karena akan menimbulkan tanda tanya, ada apa?" imbuh dia.
Jika kekhawatiran Lili itu terjadi, maka masyarakat akan menilai hak angket dijadikan alat untuk bargaining politik. Pada akhirnya, rakyat semakin tidak percaya para lembaga parlemen, karena telah mempermainkan emosi belaka.
"Kalaupun ada beberapa fraksi seperti Demokrat menentang ya wajar karena bagian dari perintah. Tapi kita harus awasi juga proses hak angket ini," pungkas Lili. [ikl/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !