INILAH.COM, Jakarta - Donna Agnesia merasa bahagia hidup bersama suaminya, Darius Sinathrya, dan kedua anaknya. kebahagiaan itu membuat Donna merasa sebagai wanita sempurna.
Tentang itu, berikut wawancara singkat INILAH.COM dengan Donna di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/11) siang.
Repotkah mengurus anak?
Setiap anak kalau sudah besar tambah merepotkan. Untungnya, karena saya sudah berpengalaman jadi nggak terlalu repot. Anak pertama sudah lebih bawel, anak yang kedua lebih galak dan lebih tahu cemburu. Kalau aku lagi main sama kakaknya, dia cemberut. Mudah-mudahan kecilnya susah, besarnya gampang diurus.
Agar tidak merepotkan, ada caranya tersendiri kah?
Kita kasih pengertian sedini mungkin. Tapi, aku nggak bisa membayangkan kalau dua-duanya bisa jalan, sepertinya merepotkan. Bakal merepotkan lagi, karena Darius ingin tambah anak lagi. Ia ingin anak perempuan. Kita inginnya tahun 2012. Kalau ada yang bilang tahun itu kiamat, aku sih malah maunya punya anak (sambil tertawa, red).
Pendapat Darius bagaimana?
Darius memang suami yang mendukung. Selama ada di rumah, dia selalu membantuku. Dia suami yang bisa apapun kecuali menyusui.
Sudah merasa seperti wanita kah?
Aku merasa wanita. Jadi kalau ditanya apakah aku wanita sempurna, aku katakan karena sudah memiliki anak. Kini aku jadi merasa lengkap saja. Ke depan hanya berusaha jadi ibu yang baik dan sukses.
Setelah punya anak, ada ketakutan perubahan fisik atau tidak?
Aku hanya perlu ekstra kerja keras untuk menjaga badan, apalagi aku sudah punya dua anak. Namun semuanya diperhatikan sesuai dengan kemampuan kita sendiri. Dulu waktu hamil Diego 56 kg, sekarang sudah 54 kg. Aku kan juga ingin tampil oke di depan suami aku. Senangnya aku dapat kontrak dua tahun program pelangsingan badan.
Itu saja?
Aku juga selalu ingin membuat orang tertarik. Semua wanita ingin terlihat cantik. Tapi aku nggak diet karena aku masih menyusui. Aku cuma mengurangi makan nasi.
Terakhir, sebagai orang tua apa yang bakal dilakukan untuk anak nantinya?
Kita berdua ingin jadi orang tua yang demokratis. Apa yang mereka suka kita pasti support. Asalkan bakat dan positif ya, wajib didukung. [aji/mor]