INILAH.COM, Jakarta - BI mengharapkan pembatasan SBI baru pada tahap studi dan belum menjadi fokus utama karena masih setingkat dengan studi yang lain seperti perbankan, kurs dan SBI..
Hal itu ditegaskan Deputi Senior Bank Indonesia Darmin Nasution di Gedung BI, Jumat (20/11). "Itu kan baru studi mengenai hal itu jadi no big deal tidak usah terlalu banyak dibicarakan. Bagaimana studinya tidak usah diceritakan lah," katanya.
Posisi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) saat ini naik menjadi Rp300 triliun atau naik dari total SBI saat ini Rp280 triliun. Peningkatan ini terjadi karena sektor riil belum berjalan sehingga dana perbankan lebih dofokuskan disimpan di SBI yang memberikan keuntungan pasti.
Perbankan juga belum mengucurkan kredit ke sektor riil kalau harus menurunkan bunga kredit. Sebab risiko bisnis saat ini masih tinggi karena krisis beum berakhir. Untuk itu BI tidak hanya melakukan studi tentang SBI saja tetapi soal perbankan dan kurs rupiah. "Studi kita bukan hanya SBI saja kita juga ada studi soal perbankan dan kurs," jelasnya. [hid]