INILAH.COM, Bangkok - Saham-saham di bursa Asia, Jumat (20/11) Asia turun mengikuti Wall Street sebagai akibat lemahnya bukti pemulihan ekonomi. Seperti dikutip AP, saham-saham utama di Bursa Tokyo, Sydney, dan Hong Kong anjlok 1,5% lebih, sementara harga minyak di bawah US$78 per barel mengikuti kejatuhan besar minyak dunia semalam.
Saham-saham Teknologi melemah setelah rencana Sony rencana untuk menginspirasi keyakinan gagal dan Dell Inc memperingatkan bahwa penjualan dari komputer untuk bisnis besar tetap melempem.
Laporan-laporan dari ekonomi AS membuat para investor beralasan untuk menghold saham. Gambaran dari Depertemen Tenaga Kerja AS yang mengindikasikan tenaga kerja yang masih kecil dan adanya laporan dari asosiasi perbankan mengenai banyaknya penyitaan.
Pasar, khususnya Asia, telah bekerja keras sejak Maret untuk mengantisipasi pemulihan ekonomi ke depan dari krisis yang terjadi.
Ekonomi utama tumbuh lagi menurut angka-angka terbaru, namun rebound masih moderat dan banyak ekonom mengharapkan tingkat pertumbuhan di Asia dan Barat lebih rendah dari saat menjelang krisis. Itu yang membuat kekhatariwan investor bertambah.
Di Jepang, saham-saham di Indeks Nikkei 225

rata-rata turun 56,73 (-0,5%) ke level 9.497,68 meskipun menaikkan penilaian dengan menjadikan negara tersebut menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.
Lebih lagi, Bank Jepang tidak mengubah suku bunganya ke level terendah 0,1%, sebuah tanda betapa rapuhnya pemulihan ekonomi, sedangkan para pejabat memperingatkan atas bahaya yang ditimbulkan pada beberapa bulan akibat turunnya harga konsumer.
Demikian juga, Hang Seng

turun 121,57 (-0,5%) ke level 22.251,59 dan saham-saham utama Australia anjlok 1,3%t turunnya harga saham tambang raksasa BHP Billiton.
Sementara Bursa Korea Selatan memimpin kenaikan saham di bursa regional dengan naik 0,1%, sedangkan Shanghai

China melemah, dan Sensex India ikut jatuh 0,4%.
Di Bursa Tokyo, Sony Corp. anjlok 2,4% akibat investor tetap tidak yakin bahwa CEO Howard Stringer bisa mengatasi kerugian raksasa elektronik tersebut. Sony lagi-lagi mengalami kerugian miliaran dolar AS untuk tahun fiskal hingga Maret 2010. [cms]