Selasa, 29 Mei 2012 | 05:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wow, Bumi Pernah Dipenuhi Buaya
Headline
istimewa
Oleh:
web - Jumat, 20 November 2009 | 15:39 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Fosil baru yang ditemukan di wilayah sekarang Gurun Sahara mengungkapkan daerah itu dulunya dihuni setengah lusin spesies yang tidak biasa dan kemungkinan buaya cerdik.

Mereka memberi nama menarik buat spesies baru tersebut, BoarCroc (buaya-babi hutan), RatCroc (buaya-tikus), DogCroc (buaya-anjing), DuckCroc (buaya-bebek) dan PancakeCroc (buaya-panekuk).

Para peneliti mengatakan, temuan mereka membantu memahami bagaimana bentuk buaya dulu dan berhasil mempertahankan bentuk kehidupan semacam itu.

Spesies itu hidup selama masa Cretaceous, 145 juta sampai 65 juta tahun lalu, ketika semua benua lebih berdekatan dan dunia lebih hangat serta lebih basah dibandingkan kondisinya sekarang.

"Kami terkejut sewaktu menemukan demikian banyak spesies dari masa yang sama di tempat yang sama," kata ahli paleontologi Hans Larsson dari McGill University di Montreal, yang mengerjakan studi itu, sebagaimana dikutip Reuters.

"Masing-masing buaya tersebut memiliki makanan yang berbeda, prilaku yang berbeda. Kelihatannya semua hewan itu telah membagi ekosistem, masing-masing spesies memanfaatkannya dengan caranya sendiri," katanya.

Larsson dan Paul Sereno dari University of Chicago yang didanai oleh National Geographic mempelajari rahang, gigi, dan beberapa tulang buaya yang mereka temukan. Mereka juga melakukan pemeriksaan CT, yaitu sinar-X yang ditingkatkan oleh komputer, untuk melihat bagian dalam tengkorak hewan itu.

Dua spesies, DogCroc dan DuckCroc memiliki otak yang kelihatan berbeda dari buaya era modern.

"Semua spesies tersebut mungkin memiliki fungsi otak yang lebih canggih dibandingkan dengan buaya yang kini hidup karena perburuan aktif di daratan biasanya yang memerlukan energi otak yang lebih besar dibandingkan dengan semata-mata menunggu korban muncul," kata Larsson dalam satu pernyataan.

RatCroc, spesies baru yang secara resmi diberi nama Ararripesuchus rattoides, ditemukan di Maroko dan diduga telah menggunakan rahang bawahnya untuk mengoyak makanan.

Pancake-Croc, yang secara ilmiah dikenal sebagai Laganosuchus thaumastos, memiliki panjang 20 kaki dan kepala yang datar serta besar.

DuckCroc adalah fosil baru yang ditemukan di Niger dari keluarga spesies yang dulu dikenal dengan nama Anastosuchus minor. Hewan tersebut diduga telah makan tempayak dan katak dengan menggunakan moncongnya yang lebar.

Sementara itu BoarCroc juga memiliki panjang 20 kaki tapi bertubuh tegak dan memiliki rahang yang digunakan untuk merajang korbannya, dengan tiga pasang gigi setajam pisau.

Beberapa spesies berjalan tegak dengan kaki berada di bawah tubuh mereka seperti hewan daratan dan bukan mendekam, dengan perut menyentuh tanah.

"Bakat amfibi mereka pada masa lalu mungkin menjadi kunci untuk memahami bagaimana mereka berjaya," tulis Sereno di dalam artikel terpisah buat National Geographic.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.