inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Angket Century Senjata Dulang Popularitas'

Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Vina Nurul Iklima
Jumat, 20 November 2009 | 19:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Selain menunggu audit BPK, alasan FPD tolak Angket Century ialah takut pupus di tengah jalan. Karena hak angket diyakini bakal dijadikan senjata mendulang popularitas.

"Kita tak mau mengeluarkan hak angket sembarangan. Kami khawatir rekan-rekan pengusul Angket Century ini menjadikannya sebagai senjata pamungkas DPR, apa mau cari popularitas?" kata anggota Komisi III dari FPD Ruhut Sitompul dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11).

Hak angket memang sepenuhnya kewenangan setiap anggota dewan. Tidak ada yang berhak melarang atau menghambat hak mutlak tersebut. Namun, lanjut mantan politisi Partai Golkar ini, Demokrat merasa ada pelebaran isu di luar konteks kepentingan pengusulan Hak Angket Bank Century oleh PDIP.

"Baik Pak SBY atau Partai Demokrat tidak ada kaitannya dengan aliran dana Bank Century. Potong kuping Ruhut Sitompul kalau memang terbukti," imbuhnya.

Ada alasan lain, perkara Bank Century versi cerita Komisi XI dari FPD melaporkan bahwa belum ada indikasi kerugian negara. Kerugian nasabah Bank Century tidak menjadi tanggung jawab pemerintah dan tidak perlu diganti.

"Mereka kan tidak terdaftar di nominal deposan, lagi pula sekuritas itu tidak ada aturannya pemerintah harus ganti rugi," tampik Ruhut. [ikl/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.