inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Kalau Kasus Century Dikaitkan ke SBY

Demokrat Ungkap Korupsi PDI-P

Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Vina Nurul Iklima
Jumat, 20 November 2009 | 19:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Berbeda dengan FPDIP yang begitu getol mengusung hak angket Bank Century, hanya Ketua Deperpu PDIP, Taufiq Kiemas. Hal itu dinilai kacang tak lupa kulitnya.

"Taufiq Kiemas saja belum tanda tangan, apalagi kami. Saya senang Pak TK kacang tak lupa kulitnya," ungkap anggota Komisi III dari FPD Ruhut Sitompul dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11).

Entah apa maksud dari pertanyaan Ruhut di balik tawa lebarnya, ia tak mau meneruskan. Sebagai catatan, Taufiq Kiemas, mendapat dukungan dari Partai Demokrat hingga duduk di kursi Ketua MPR.

Tarik-menarik dalam tubuh PDIP memang sudah menjadi buah bibir, antara kader pro pemerintah, dan konsisten berdiri di sayap Megawati. Dualisme kelamin ini, disebut-sebut terjadi pada partai oposisi berlambang banteng moncong putih itu.

Kini TK dalam dilema, ia tak lebih dari sekedar simbol kekuasaan yang membungkam kader-kader garang. Skandal Bank Century, TK memilih cari aman.

"Saya menyayangkan teman-teman pengagas FPDIP sudah lari dari konteksnya. Seolah-olah dikaitkan dengan SBY, Boediono, dan Ibu Ani. Kemarin Ara bilang katanya ada pencucian uang, makin mengerikan ini aneh-aneh," ungkap Ruhut.

Ruhut yakin tanda tangan 224 pendukung Hak Angket Bank Century itu bukan berasal dari perwakilan fraksi, tapi unsur perorangan dewan. Ia khawatir hak angket disalahgunakan menjadi senjata pamungkas yang mubazir.

"Kita tidak mau senjata ini (hak angket) sembaran dipakai nanti jadi layu sebelum berkembang," ujar mantan artis yang ngetop berjuluk Si Poltak ini.

Demokrat, menurut Ruhut, bisa tak sabar bila terus-terusan dipojokkan menjadi tertuduh. Bila kondisi terjepit, bukan mustahil mereka balik memproses hukum tindakan tak menyenangkan itu.

"Tolong jangan buat kebohongan publik. Saya sebut Ara itu orang pinter tapi nggak ngerti hukum, dia cuma omdo (omong doang)" cetusnya pedas.

Tak sampai di situ, Ruhut tak kalah sengit menyindir PDIP dengan sejumlah kasus-kasus korupsi yang melibatkan sejumlah anggota partai.

"Kami khawatirkan nanti maling teriak maling. Mereka lupa ada yang sedang diperiksa di KPK seperti Agus Condro dan ini hanya pengalihan isu saja," tutur Ruhut. [vin/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Sundoro @ Senin, 23 November 2009 | 17:06 WIB
Ah, bang Ruhut ini sama aja..Omong Doang, sok santun.. lupa kalo dia kutu loncat, malu bang, malu..!! dulu waktu sekolah POLTAK itu ada kepanjangannya, bang : POlos Lugu tak beroTAK.. tapi bang Ruhut lain.. udah gak polos lagilah..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.