INILAH.COM, Jakarta Bursa saham Asia mengalami koreksi, terlama sejak Juli. Hal ini dipicu beberapa sentimen negatif, seperti aksi Sony Corp. yang menahan target labanya dan memburuknya kinerja Dell Inc. Turunnya pendapatan Dell menunjukkan bahwa terlalu dini menyatakan ekonomi sudah pulih, ujar Nicholas Yeo, kepala ekuitas Hong Kong dan China di Aberdeen Asset Management Co, yang mengelola US$40 miliar saham Asia, kemarin. Pemulihan ekonomi masih tidak pasti akibat pemotongan biaya agresif.
Dell, produsen PC ketiga terbesar dunia mengatakan, pendapatan bersih kuartal ketiga 2009 jatuh menjadi US$337 juta, atau 17 sen per saham, dari US$727 juta, atau 37 sen. Hal ini di luar estimasi analis yang memprediksi perolehan laba 27 sen. Saham Dell pun jatuh 6% menjadi US$14,91 dalam perdagangan yang diperpanjang.
Kita punya sedikit data mengecewakan menunjuk ke perlambatan dalam pemulihan ekonomi, ujar Diane Lin, fund manager di Pengana Capital Ltd., Sydney, yang mengawasi dana sebesar US$1,1 miliar.
Indeks MSCI Asia Pacific jatuh 0,4% menjadi 116.98 pada pukul 7:12 pm di Tokyo, pelemahan selama 4 hari berturut-turut, dan terlama sejak 1-8 Juli lalu. indeks MSCI telah rontok 1,1% sepekan ini.
Indeks ini terpuruk 3,5% dari level tertingginya dalam 13 bulan terakhir pada 20 Oktober kemarin, dipicu kecemasan pemerintah akan menarik stimulus untuk membangkitkan ekonomi global.
Namun, indeks MSCI ini telah naik 66% sejak 9 Maret lalu, di tengah indikasi pemulihan ekonomi global dari pelemahan terburuk sejak Perang Dunia II. Saham pada indikator MSCI diperdagangkan dengan nilai buku rata-rata 1,5 kali, naik dari 1 kali saat level terendah Maret lalu. Pasar telah naik banyak dalam rentang waktu singkat, jadi saya berharap melihat koreksi dalam jangka pendek, karena saham sudah mahal sekarang, ujar Yeo.
Bursa Jepang pun berakhir di bawah 9.500 pertama kalinya sejak 17 Juli silam. Indeks Nikkei jatuh 51,79 poin (0,5%) ke 9.497,68. Sepekan ini, Nikkei turun 2,8%, dan sejak awal November turun 5,3%. Meskipun sejak awal 2009 masih menguat 7,2%.
Koreksi dipicu profit taking investor yang tidak ingin memegang posisi besar selama tiga hari menjelang akhir pekan. Selain itu terimbas buruknya laporan keuangan kuartal tiga 2009 Dell. Saham berbasis chip, seperti Advantest turun 2,9% dan Tokyo Electron turun 3,0%.
Sentimen negatif lain berasal dari Sony, produsen PlayStation 3, yang jatuh 2,4% di Tokyo. Padahal Sony kemarin mengumumkan akan mengembalikan marjin laba operasional pada tingkat 5% di tahun fiskal 2012. Layanan online Sony dan operasi baterai isi ulang otomatis menawarkan harapan untuk pertumbuhan, ujar analis Nomura Securities.
Bursa China juga mengalami koreksi, setelah menguat lima sesi berturut-turut. Indeks komposit Shanghai turun 12,26 poin (0,4%) menjadi 3.308,35, namun sepekan ini membukukan kenaikan 3,8%. Sentimen negatif berasal dari kabar bahwa pemerintah akan meninjau ulang kebijakan ekonomi akhir November, maju sebulan dari rencana sebelumnya.
Pasar khawatir akan terjadi pengetatan kebijakan ekonomi moneter. Terutama setelah Wu Xiaoling, anggota badan legislatif China dan mantan deputi gubernur bank sentral, mengatakan akan ada penyesuaian rasio kelayakan untuk persyaratan dana cadangan bank tahun depan.
Kenaikan rasio persyaratan cadangan ini akan mengurangi dana untuk pinjaman, karena bank harus menyimpan lebih banyak uang di bank sentral. Saham-saham perbankan pun rontok. Saham ICBC turun 1,3%, China Construction Bank turun 1,3% dan Bank of China turun 0,7% .
Pelemahan Indeks Shanghai menyeret indeks Hang Seng turun 187,32 poin (0,83%) ke level 22.455,84 sehingga sepekan ini merosot 0,8%. Bursa saham Hongkong melemah setelah mencatat level tertinggi 15 bulan pada awal pekan ini.
"Bursa telah mengalami kenaikan sehingga diperlukan satu konsolidasi sebelum kembali melanjutkan kenaikan", ujar Kingston Lin dari OSK Securities. Penurunan dipimpin saham perbankan serta developer properti atas tekanan aksi profit taking.
Saham Sun Hung Kai Properties turun 1,5% setelah alami kenaikan 0,3% hari Kamis dan New World Development turun 1,2% setelah naik 0,7% kemarin. Sedangkan HSBC turun 0,5%, Industrial & Commercial Bank of China turun 1,5% , Bank of China turun 0.2% dan China Construction Bank turun 0,7%.
Indeks S &P/ASX 200 di Australia turun 1,3%, dengan grup Rio Tinto jatuh 1,9% menyusul kenaikan unit batubara di bawah estimasi semula. Sedangkan BHP Billiton Ltd., perusahaan tambang terbesar dunia, turun 2% di Sydney setelah harga minyak dan logam merosot.
Di tengah pelemahan bursa regional, beberapa bursa masih mencatatkan penguatan, seperti IHSG

yang naik 18,577 poin (0,75%) ke level 2.487,365. Hal ini dipicu naiknya saham grup Bakrie seiring aksi korporasi perseroan.
Demikian juga indeks Straits Times di Sungapura yang menguat tipis 2,75 poin (0,10%) ke level 2.761,54 dan indeks Sensex di India yang naik 236,20 (1,41%) ke level 17,021.85. [mdr]