Senin, 28 Mei 2012 | 16:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ini Dia, Biang kerok Kiamat 2012 (Bagian-1)
Headline
Roland Emmerich - istimewa
Oleh: Raden Trimutia Hatta
web - Sabtu, 21 November 2009 | 00:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kiamat 2012 menjadi kontroversi nasional. Mulai dari filmnya, prediksi keilmuannya, isunya, sampai tafsir spiritualnya. Siapa biang kerok di belakang film Kiamat 2012.

Namanya Roland Emmerich. Dia keturunan Jerman. Dikenal sebagai sutradara, penulis dan produser dengan bakat efek-efek khusus berbasis action.

2012, sebuah film fiksi ilmiah yang terinspirasi dari ramalam Maya adalah karya Emmerich. Dalam waktu beberapa hari, film ini menjadi box office dan meraup triliunan rupiah.

Selain heboh, 2012 juga menebar kecemasan dan perdebatan di seluruh dunia. Terutama soal ramalan bahwa Hari Kiamat jatuh pada tanggal 21, bulan 12, tahun 2012.

Film 2012 bukan film pertama Emmerich yang bercerita tentang kiamat. Sebelumnya, Emmerich membuat dua film tentang

kehancuran dunia, yakni Independence Day (1996) dan The Day after Tomorrow (2004). Film 2012 makin membuat Emmerich dikenal sebagai sutradra spesialis film kiamat.

Emmerich lahir dan dididik di Jerman Barat. Dia belajar menjadi sutradara di Munich Film and Television School pada 1977. Film pertamanya berjudul The Noah's Ark Principle yang dibuat saat dia masih sekolah.

Film ini diputar di Festival Film Berlin 1984 dan menjadi favorit. Setelah itu, Emmerich mendirikan perusahaan produksi film Centropolis dan menyutradarai film fantasi supranatural Making Contact (1986) dan Ghost Chase (1987), dan film action Moon 44 (1990).

Dia memulai debut solonya di Hollywood dengan menyutradarai Jean-Claude Van Damme dalam film cyborg action Universal Soldier (1992). Kemudian, dia bersama aktor Dean Devlin membuat film Stargate (1994).

Film ini bercerita tentang pengembaraan ruang pencampuran Egyptiana kuno dan sihir berteknologi tinggi. Stargate menjadi hit yang tak terduga.


Emmerich kemudian kembali mengejutkan dengan film berikutnya, Independence Day (1996). Dalam film itu, Emmerich berfantasi tentang Gedung Putih yang porakp-poranda dan munculnya pesawat alien berbentuk piring terbang UFO yang

menghancurkan lambang kenegaraan Amerika.

Dalam film yang dibintang Will Smith itu, ibu kota porak-poranda karena serangan alien. Emmerich juga membuat tiga UFO untuk menyerang kota-kota besar dunia; New York, Washington DC, Los Angeles, London, Paris, Moscow dan New Delhi.

Dua tahun kemudian, Emmerich membuat kejutan dengan membuat film Godzilla (1998) dalam versi yang lebih kreatif. Melalui Godzila, Emmerich menghancurkan kota New York dengan menciptakan monster fiksi yang menjadi legenda film Jepang dan telah menjadi salah satu karakter film paling terkenal sepanjang masa.

Sukses dengan Godzila, Emmerich dan Devlin mengalihkan film berikutnya ke teknologi yang lebih rendah dengan membuat film yang bercerita soal revolusi Amerika, The Patriot (2000).

Empat tahun kemudian, Emmerich meratakan seluruh Amerika Serikat melalui film The Day After Tomorrow. Ia kembali menciptakan ketakutan kiamat melalui cerita akibat dari pemanasan global. Film ini sempat
menduduki urutan ke-45 di dunia dalam total penghasilannya, yaitu 542,771,772 dolar Amerika.

Nah, di penghujung akhir 2009 ini, Emmerich kembali menyuguhkan cerita kehancuran dunia dengan film 2012. Film ini menceritakan tentang akhir zaman berdasarkan prediksi kalender suku Maya. Dan, dunia heboh karenanya.[bersambung/ims]

(catatan: biang kerok adalah istilah Betawi, yang bisa ditafsirkan sebagai orang yang membuat ulah atau sesuatu yang membuat orang lain menjadi terlibat dalam suatu peristiwa)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
fikri m
Senin, 23 November 2009 | 13:12 WIB
TIDAK ADA YANG TAHU KAPAN KIAMAT TERJADI ??
edhz2go
Senin, 23 November 2009 | 09:04 WIB
bukan biang kerok.... just for fun aja. perluas pandangan anda, jgn terlalu sensitif dan sempit. kalo hanya melihat sesuatu dari satu sisi ya ga bakalan maju. MUI aja yg kerajinan. ga ada yg lebih penting ya selain ngubek2 ini film? hwhwhw...pantesan Indonesia ga maju2 wong SDM-na aja masih punya pemikiran sempit. buat wartawan yg nulis... edit tuh judul!!! jgn ngaco ato mu bikin keruh suasana. belajar liat orang kaya ngeliat koin....ada dua sisi. jgn liat 1 sisi doang. Media emg kadang suka lebay!!! sorry no offense.. :)
amel
Minggu, 22 November 2009 | 21:00 WIB
tapi jujur ya...film ini animasix keren bgt..bumi bnr2 keliatan ancur n bisa masuk k dlm perut bumi...gokil bgt...
hmsabar
Minggu, 22 November 2009 | 17:00 WIB
KIAMAT tidak perlu dipersoalkan, yang penting IMAN dan TAQWA kepada ALLAH SWT kita KUAT sehingga KITA SIAP KAPAN SAJA KIAMAT MAU TIBA. SEBAB kalau kita beriman kuat hidup didunia dan akhirat SAMA SAJA. FILM KIAMAT putarlah terus agar manusia SADAR bahwa satu saat KIAMAT sebagai penentu MANUSIA itu Beriman atau TIDAK Akan terseleksi KALA ITU. KALAU ORANG ZOLIM melindungi KEJAHATAN KORUPSI, apalgiu suka mengganggu rumah tangga orang lain JELAS DOSA BESAR. Waulauhualam Bishawab.
Gina
Sabtu, 21 November 2009 | 21:01 WIB
Kayaknya temen2 perlu baca artikel yang satu ini : http://sebuah-blog.blogspot.com/2009/11/2012-movie-tak-harus-dicekal.html
Agus
Sabtu, 21 November 2009 | 17:16 WIB
Bukannya yang biang kerok itu MUI?
Ivana
Sabtu, 21 November 2009 | 13:29 WIB
heh, ini lagi makin gila main asal nuduh sutradara super kreatif kaya gitu! makin lama makin picik aja... cape ah lama-lama.kadang gw pikir org" indo tuh ngrasa ga mikir dlu ya klo udah nyangkut yg bgini...mstinya film itu tuh diapresiasi, bkn dicecer... miyabi dotolak, ngebokep masih mau.ntar ap lagi?!
anggara
Sabtu, 21 November 2009 | 13:14 WIB
ich mui emg selalu bgitu pdhl flm itu kan cuma mengingatkan akan dosa atau kesalahan kita di masa lalu..........
duladi
Sabtu, 21 November 2009 | 05:55 WIB
berita semacam ini memojokkan orang lain, rasis, diskriminatif, dan cari kambing hitam. mirip propaganda orba!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.