Senin, 28 Mei 2012 | 16:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
‘SBY Jangan Tawar-tawaran Soal Bibit-Chandra’
Headline
Presiden SBY - inilah.com /Dokumen
Oleh: Windi Widia Ningsih
web - Sabtu, 21 November 2009 | 13:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengambil sikap terhadap persoalan kasus dua pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, Senin (23/11). Untuk memutuskan kasus itu, SBY diharapkan segera melaksanakan rekomendasi Tim 8 tanpa mencoba berkompromi.

"Tidak ada tawar-menawar lagi apa yang harus diputuskan oleh SBY. Rekomendasi Tim 8 harus dilaksanakan," kata pakar hukum pidana Universitas Indonesia Rudi Satrio, dalam dialog 'Pascarekomendasi Tim 8', di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (21/11).

Menurut dia, jika SBY sampai tidak melaksanakan rekomendasi Tim 8, dia telah mencederai masyarakat. Sehingga, rekomendasi Tim 8 harus direalisasikan. "Dan ini bukan intervensi, karena itu keperluan untuk menyelamatkan kepentingan negara," cetusnya.

Sementara staf Kepresidenan Bidang Hukum Denny Indrayana mengatakan optimistis SBY akan mengambil rekomendasi Tim 8. Namun, bagaimana merealisasikannya itu tergantung kebijakan yang diambil SBY. "Senin adalah peluang soft landing untuk Presiden SBY," pungkasnya. [win/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.