INILAH.COM, Jakarta - Nokia mengatakan perangkat Booklet yang tertanam mobile broadband 3G dan baterai tahan lamanya berhasil menarik profesional, bukan pasar massal yang ditargetkan sebelumnya.
Nokia yang mencoba masuk ke pasar laptop berhasil menarik pengguna korporat, menurut seorang eksekutif dari pembuat handset terbesar di dunia itu.
Booklet 3G yang diperkenalkan awal tahun ini, dikemas dengan beberapa fitur mengesankan yang sudah tertanam, termasuk 3G, GPS, Windows 7 kompatibilitas dengan layanan Ovi Nokia dan waktu hidup baterai 12 jam.
Nokia membidik perangkat itu untuk pasar massal tetapi menemukan permintaan dari arah yang berbeda.
"Ketika kami meluncurkan Booklet 3G kami pikir sebagai perangkat konsumer utama, tapi setelah peluncuran besar, minat datang dari perusahaan," kata Heikki Norta, kepala strategi Nokia.
Perusahaan itu tidak mengatakan seberapa sukses Booklet 3G di pengguna biasa, tapi harga netbook ini dapat menghalangi untuk diadopsi secara luas.
Netbook Nokia itu dibanderol US$299 dengan dua tahun kontrak, sedangkan harga retailnya US$599.
Sebagai perbandingan, beberapa netbook dapat dibeli langsung kurang daripada Booklet Nokia yang sudah disubsidi. Berbagai operator selular juga menawarkan subsidi mini laptop dengan harga agresif.
Booklet 3G berada di antara smartphone dan laptop. Sama seperti Nokia, smartphone seperti HTC juga dilaporkan mempertimbangkan untuk memasuki pasar laptop dan berbagai perusahaan sedang mencari cara untuk menggunakan Google Android sebagai sistem operasi untuk netbook.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !