inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

7 Lembaga Negara Mau Ngopi-ngopi

Headline
Irman Gusman
Oleh: Vina Nurul Iklima
Sabtu, 21 November 2009 | 18:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Situasi nasional saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Ditambah dengan ada isu munculnya people power. Untuk itu, tujuh lembaga negara, yakni MA, MPR, DPR, DPD, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan BPK akan bertemu untuk membicarkan situasi yang kini sedang tidak kondusif ini.

"Kami menilai tujuh lembaga ini perlu ngobrol sambil ngopi-ngopi untuk membahas situasi nasional akhir-akhir ini," kata Ketua DPD Irman Gusman, dalam diskusi 'Menanti Keseriusan Pemerintah dalam Moratorium Pemekaran Daerah', di Hotel Gran Preanger, Bandung, Sabtu (21/11).

Kesepakatan tersebut, menurut Irman, diputuskan ketika dia dan beberapa pimpinan lembaga negara berkumpul di Istana Kepresiden, 13 November lalu. Kunjungan tersebut terkait laporan rutin lembaga kepada presiden.

"Jumat sore lalu kami bicara, dan sepakat bahwa kita perlu membahas, tapi bukan soal kekisruhan cicak dan buaya," ujarnya.

Irman dan ketua lembaga lain, seperti Ketua MA Harifin Tumpa, menyepakati permbahasan tidak hanya fokus kepada rekomendasi Tim 8. "Kami sepakat Senin 23 November akan bertemu di MPR. Dan selanjutnya pertemuan rutin dilakukan di tempat lembaga secara bergiliran," imbuh dia.

Menurutnya, MPR dipilih pertama, karena lembaga tertua dan tertinggi. Pertemuan akan berlangsung Senin pukul 10.00 WIB. "Kita akan bicarakan lebih lanjut, dengan ketua lainnya," tutur Irman. [ikl/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.