INILAH.COM, Brussels Blok Uni Eropa memasuki babak sejarah baru dengan memilih presiden dan menlu pertamanya, Sabtu (21/11) WIB.
Komunitas yang beranggotakan 27 negara ini, seperti dilansir AP, telah memilih PM Belgia Herman van Rompuy sebagai presiden pertama mereka. Sementara anggota Komisaris Eropa, Lady Catherina Ashton, diangkat menjadi menlu pertama yang akan mendampingi Rompuy.
Seluruh anggota Uni Eropa (UE), menanggapi positif penunjukan Rompuy yang hingga kini masih belum mengeluarkan pernyataan apapun itu. Termasuk Presiden AS Barack Obama yang berharap kerjasama AS-UE makin erat, hingga media Jepang yang memberitakannya secara besar-besaran.
Sementara Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyambut terpilihnya Rompuy sebagai satu langkah untuk memperkuat upaya Eropa meningkatkan perdamaian, keamanan, HAM dan pembangunan berkelanjutan.
Sekjen Ban berharap dapat bekerja sama lebih erat dengan Rompuy dan Ashton guna memperkokoh kerjasama UE dan PBB, demikian pernyataan PBB. Kedua pemimpin tersebut akan memulai tugasnya Desember, ketika Kesepakatan Lisabon mulai berlaku.
Dengan Kesepakatan Lisabon yang segera memasuki masa berlakunya, Ban berharap proses integrasi UE akan memperkokoh dukungan kawasan bagi berbagai upaya global di bidang perdamaian, keamanan, HAM dan pembangunan berkelanjutan. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !