INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY dipastikan memberikan sikap resmi terhadap rekomendasi Tim 8, Senin (21/11). SBY ingin mengakomodasi aspirasi rakyat lebih dahulu sebelum menjadi kebijakan.
Pernyataan presiden ini jelas ditunggu-ditunggu. Apalagi persoalan ini menyangkut ranah yang luas termasuk politik, sehingga kebijakan Presiden sangat penting tentunya dengan memperhatikan semua.
Ini ada faktor-faktor non-yuridis yang membuat keputusan Presiden harus hati-hati, tidak saja faktor hukum, beliau tidak ingin kebijakannya melawan kehendak rakyat, kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana dalam acara Diskusi Pasca Rekomendasi Tim 8, di Jakarta Selatan, Sabtu (21/11).
Denny mengakui dalam kasus ini memang terjadi konflik kepentingan, terutama yang dialami kepolisian, salah satu institusi penegak hukum. Namun, kata Denny, Tim 8 tetap berposisi independen dan netral.
Pandangan Denny paralel dengan perspektif staf khusus Presiden bidang komunikasi politik Daniel Sparringa, di Surabaya, Sabtu (21/11). Ia menegaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan kasus Bibit-Chandra dan Bank Century dapat diungkap menjadi lebih terang.
Sehingga, SBY menjanjikan menyampaikan sikapnya secara terbuka. Oleh karena itu, sosiolog Universitas Airlangga yang resmi menjabat sejak Jumat (21/11), SBY akan menyampaikan posisi dan sikapnya dalam dua kasus tersebut kepada publik.
Daniel menjanjikan, Presiden SBY tidak akan menutupi apapun. "Nanti, beliau akan menyampaikan upayanya membangun tradisi bernegara yang transparan dan akuntabel. Beliau akan menyampaikan action plan tentang tata laksana berorganisasi antara Polri, Kejaksaan, dan KPK," imbuhnya.
Publik mengharapkan Presiden SBY mengambil keputusan arif dan tepat terkait tata laksana ketiga institusi itu. Semua pilihan mempunyai konsekuensi. Jika dilaksanakan akan mempunyai konsekuensi, demikian pula jika tidak dilaksanakan.
Namun, sebagaimana dikatakan Sri Sultan Hamengbuwono X, yang paham masalahnya adalah Presiden SBY, dan kita menanti apa keputusannya. Meminjam bahasa Indonesianis Benedict Anderson, hari-hari ini, publik menunggu 'sabda pandita ratu'. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !