inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Awas! Al Qaeda Cari Mangsa di Internet

Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
Minggu, 22 November 2009 | 17:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ancaman rekruitmen Al-Qaida makin besar dengan perluasan target melalui ratusan situs berbahasa Inggris. Pelaku teror mempengaruhi mangsanya melalui khotbah di internet.
Berbagai tulisan dan khotbah telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sehingga bisa menjangkau khalayak muslim di Eropa dan AS. Terlebih web itu di dalamnya menampilkan ulama karismatik seperti Anwar Al-Awlaki yang bertukar lusinan email dengan psikiater Angkatan Darat pelaku penembakan di Fort Hood.
Khotbah-khotbah di web Al-Awlaki yang kelahiran AS itu terbukti menjadi inspirasi bagi beberapa militan yang ditahan di Amerika Serikat dan Kanada beberapa tahun terakhir.
"Intinya adalah Anda tidak perlu menjadi bagian resmi al-Qaida untuk menyebarkan kebencian dan pandangan sektarian," kata Evan Kohlmann, penyelidik senior Yayasan NEFA berbasis di New York yang melakukan penelitian militan Islam.
"Jika Anda ingin melihat dokumen yang paling besar menyangkut kasus terorisme di dalam negeri AS bukan buku pedoman pelatihan untuk membuat bom," tambah Kohlmann. "Dokumen yang paling berpengaruh adalah yang ditulis oleh penasihat teologis, beberapa di antaranya bahkan tidak resmi anggota al-Qaida."
Sebagian besar situs-situs Islam radikal tidak dijalankan atau diarahkan oleh al-Qaeda, tetapi menyediakan alat yang ampuh untuk merekrut simpatisan jihad atau perang suci melawan Amerika Serikat, kata ahli yang melacak aktivitas itu.
Jumlah situs berbahasa Inggris yang bersimpati pada al-Qaida telah meningkat dari sekitar 30 pada tahun yang lalu menjadi lebih dari 200 baru-baru ini, kata Abdulmanam Almushawah, kepala program yang disebut pemerintah Saudi sebagai Assakeena dan bekerja untuk memerangi militan Islam di situs web.
Sebaliknya, situs radikal berbahasa Arab menjadi sekitar 50, turun dari 1.000 pada tujuh tahun yang lalu, karena upaya pemerintah di seluruh dunia untuk menutupnya, katanya.
Al-Qaida telah lama berusaha untuk menjangkau khalayak Barat. Merekam pesan dari pemimpinnya, Osama bin Laden, dan wakilnya Ayman al-Zawahri yang biasanya memiliki sub judul bahasa Inggris.
Tapi terjemahan tulisan dan khotbah dari landasan teologis ideologi al-Qaeda, bersama dengan pengkhotbah seperti al-Awlaki berhasil menghilangkan hambatan bahasa itu. Terbukti khotbah Al-Awlaki ditemukan hampir di setiap tersangka teror yang ditahan di Amerika Serikat, kata Kohlmann.
Termasuk anggota dari kelompok Muslim Kanada yang ditangkap pada 2006 atas tuduhan membentuk sebuah kamp pelatihan dan merencanakan serangan bom di Toronto juga mendengarkan panggilan untuk jihad melalui online, menurut catatan pengadilan.
Menurut jaksa, khotbah al-Awlaki tentang jihad bersama video pemenggalan kepala yang ditemukan di komputer lima orang yang dinyatakan bersalah pada Desember, merencanakan serangan di pangkalan militer Fort Dix di New Jersey.
Nidal Hasan, yang didakwa melakukan penembakan di Fort Hood, dihubungi al-Awlaki hampir setahun yang lalu. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di The Washington Post, Al-Awlaki mengatakan ia tidak menekan Hasan untuk melakukan penembakan. Tapi setelah serangan itu, Al-Awlaki memujinya sebagai pahlawan.
Peneliti AS mengatakan Hasan tampaknya telah bertindak sendirian, bukan atas perintah dari siapa pun, ketika ia melepaskan tembakan 5 November di pangkalan militer Texas dan menewaskan 13 orang.
Para ulama itu bertemu dengan dua pembajak 9/11 di masjid tempat ia berkhotbah di Amerika Serikat. Setelah kembali ke Yaman, ia ditahan selama lebih dari satu tahun karena dicurigai terlibat dalam penculikan. Pejabat Yaman membebaskannya karena tidak bisa membuktikan hubungan dengan al-Qaeda.
Al-Awlaki (38) sekarang bersembunyi di Yaman dan sering mengajak umat Islam untuk memerangi Amerika Serikat, dan menuduhnya melancarkan perang terhadap Islam di Irak dan Afghanistan.
Almushawah menyebut sebagian besar server terdapat di Britania, tetapi dapat dijalankan dari mana saja. Kebanyakan dioperasikan dan menerima konten dari Amerika Serikat. Sebagian besar ulama yang menulis berasal dari dunia Arab, beberapa di antaranya ada juga dari Prancis dan Inggris.
Arab Saudi menyiapkan program Assakeena setelah pihak berwenang menemukan 70% simpatisan al-Qaida tertarik ke grup itu melalui internet. Dalam kampanye yang didukung pemerintah itu, pengkhotbah memantau 400 situs web Islam radikal dan menyuntikkan pesan yang lebih moderat di situs itu.
Kampanye juga kontak dan dialog langsung dengan militan dilakukan di web secara mingguan atau bulanan. Dari 2.631 militan yang dihubungi, 1.170 tak lagi radikal, menurut kampanye itu. Sekitar seperlima militan berasal dari Eropa dan Amerika Utara, dan sisanya dari negara-negara Arab. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.