inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Pra-Event BEE 2009

Mimpi Buruk Terindah Bagi Crosser

Headline
DCI
Oleh: Gareng Guntoro
Minggu, 22 November 2009 | 09:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Borneo Equator Expedition 2009 (BEE) yang akan digelar di tengah hutan Kalimantan pada 6-20 Desember mendatang tak hanya memainkan kelas adventure untuk kendaraan off-road 4x4. Pada event off-road terganas yang pernah dijalankan di Indonesia ini panita juga membuka kelas khusus bagi motocross.

Empat crosser dipastikan gabung pada event berjarak tempuh sekitar 2.500 km tersebut. Keempat crosser itu adalah Rudy Poa, Didik Arifin, Rayza Adhyatma dan Monty Monford, seorang kewarganegaraan Inggris.

Kecuali, Rayza yang akan menunggang Yamaha 250WRF, ketiga crosser lainnya mengandalkan motor lansiran KTM. Rudy mempercayai KTM450EXC, sementara Didik dan Monty duduk di atas sadel KTM250EXCF.

Rudi dan Didik merupakan alumni Diplomat Challenge of Indonesia 2005 (DCI) yang saat itu digelar di belantara Kalimantan Selatan, menusuk Kalimantan Tengah, dan berakhir di Kalimantan Timur.

Keduanya juga tercatat ikut DCI 2004 (Riau-Sumatera Barat) dan DCI 2006 (Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan). Sementara Monty baru aktif pada DCI 2006.

Berbekal pengalaman tersebut, Didik dan kawan-kawan mengaku akan bisa mengatasi segala rintangan di sepanjang jalur BEE 2009 nanti. Saya hanya kaget karena jarak tempuhnya sampai 2.500 km. Ini berarti tiga kali lipat, kata Didik kepada INILAH.COM.

Saya sudah siap fisik dan mental. Tapi perjalanan ini pasti keras. Pengalaman tahun 2005, kita sudah kelelahan di hari kedelapan. Jadi, waktu itu, kita menggunakan sisa-sisa tenaga untuk menyelesaikan enam hari sisa etape, kata crosser yang juga seorang pengusaha furniture ini.

Menurut Didik tekanan yang diterima crosser ketika mengikuti event off-road adventure panjang seperti BEE 2009 berbeda dengan off-roader 4x4. Seluruh otot tubuh, terutama bahu dan lengan paling gampang kena stres, ungkap Didik.
Semakin besar beban perbekalan yang kita gendong, semakin cepat capek, lanjutnya.

Menyikapi cerita dari panitia bahwa BEE 2009 akan melalui rute berat, termasuk titik yang mematikan rombongan Camel Trophy 1985, Didik pun tak gentar. Jembatan rapuh atau patah bisa jadi mimpi buruk bagi off-roader (kendaraan) 4x4, tapi buat kita tidak. Turun dan naik sungai juga mudah buat kita, ucapnya.

Musuh kita cuma cuaca! Kalau hujan energi kita pasti terkuras. Nah, kalau sudah begini, lintasan ringan bisa jadi mematikan, ujarnya. Sepatu basah selama berhari-hari juga sangat menyakitkan kaki, tambahnya.

Untuk menopang tim motocross, Didik dan kawan-kawan akan didukung sebuah kendaraan 4x4. Di kendaraan inilah segala perbekalan, baik makan, minum, pakaian, bahan bakar, hingga suku cadang motor akan dibawa.

Pun begitu, tim motocross tidak bisa berharap kendaraan 4x4 pendukungnya akan selalu dekat dengan rombongan. Waktu DCI 2005, kita sampai di base camp dua hari lebih cepat daripada rombongan mobil. Selama dua hari itu pula kita tidur tidak pakai tenda dan tidak bisa ganti baju. Makan juga tinggal sisa-sisa, ujarnya bercerita.

Tapi buat Didik pengalaman-pengalaman pahit itu justru dianggap cerita paling indah di kehidupannya. Seberapa pun banyaknya duit kita, kita tidak bakal bisa merasakan asiknya adventure di hutan Kalimantan bila melakukannya sendiri, tutupnya.

Saat ini Didik dan kawan-kawan mengaku sedang menanti datangnya mimpi buruk terindah. [GRG/Tom]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.